Napi Kabur, Petugas Lapas Lahat Terancam Disanksi

KBRN, Palembang : Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan masih terus mendalami pelarian EP, narapidana kasus narkoba Lapas Kelas IIA Lahat yang dilaporkan kabur meninggalkan Lapas Kelas IIA Lahat, Sabtu (15/1/2022).   Berdasarkan dugaan yang ditelisik, narapidana tersebut kabur setelah berhasil mengelabui petugas P2U dengan berdalih meminta izin menemui anaknya di halaman luar lapas pada pukul 07.08 WIB. 

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan melalui tim pemeriksa yang diketuai oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan (Dadi Mulyadi), langsung melakukan investigasi lanjutan terkait insiden tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel, Indro Purwoko, mengungkapkan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah dengan menarik Petugas Penjaga Pintu Utama (P2U), Komandan Jaga, dan Plt. Kepala KPLP Lapas Kelas IIA Lahat ke Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan.

“Kami telah bergerak cepat sejak awal dengan membentuk tim untuk memeriksa petugas yang bertanggung jawab pada saat kejadian, di samping tim lainnya masih melakukan pengejaran,” tutur Kakanwil Indro Purwoko dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (21/1/2022). 

Indro mengatakan, para petugas akan diperiksa untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Bila terbukti melakukan melakukan melakukan pelanggaran dengan sengaja maka mereka akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

"Kalau melihat CCTV sudah pasti ada kelalaian dari petugas dan ada pelanggaran SOP dari petugas. Hukuman disiplinnya akan ditentukan setelah pemeriksaan, dalam minggu ini kami pastikan sudah ada hasilnya. Tim Pemeriksa akan memberikan usulan sanksi disiplin kepada Kanwil dan akan diteruskan kepada Inspektorat Jendral Kementerian Hukum dan HAM," jelasnya.

Menurut Indro, petugas Lapas yang bersalah kemudian akan dikenakan sanksi sesuai PP No.58 Tahun 1999 58 Tahun 1999 Tentang Syarat Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Wewenang, Tugas dan Tanggung Jawab Perawatan Tahanan. Dari pemeriksaan awal, diketahui para petugas dapat diancam hukuman sanksi disiplin sedang hingga berat.

Dari kronologi yang dibeberkan Kakanwil, diketahui EP melarikan diri lewat pintu depan setelah diizinkan petugas untuk menemui anaknya di luar Lapas. Pihak Lapas bersama pihak kepolisian kini tengah berupaya melakukan pencarian terhadap EP.

Indro mengaku peristiwa ini menjadi bahan evaluasi jajarannya agar tidak terulang kembali. Dirinya pun memerintahkan Kalapas Lahat untuk melakukan evaluasi perbaikan sistem administrasi dalam penunjukan WBP sebagai tahanan pendamping (Tamping), pembinaan program Zero HALINAR secara berkala, serta perbaikan sarana dan prasarana pengamanan seperti penambahan titik CCTV diseluruh area Lapas Kelas IIA Lahat.

Masih minimnya SDM personel jaga serta kondisi Lapas Kelas IIA Lahat yang mengalami over kapasitas dianggap menjadi salah satu faktor penyebab lemahnya pengawasan dan mempengaruhi situasi penjagaan. Adapun jumlah narapidana Lapas Kelas IIA Lahat saat ini mencapai 577 orang dari kapasitas seharusnya 261 orang, dengan petugas jaga 7 orang (2 orang petugas P2U, 5 orang anggota regu).

"Kepala Lapas kami minta untuk melakukan deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban lapas, juga kontrol rutin di lapangan seperti pada area brandgang, pintu keluar masuk lapas, serta teralis besi di tiap kamar hunian," tutup Kakanwil. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar