Polda Sumsel Selidiki Tewasnya Tahanan di Rutan Mapolres Empat Lawang

KBRN, Empat Lawang : Polda Sumatera Selatan memeriksa oknum anggota polisi terkait meninggalnya seorang tahanan di Rutan Polres Empat Lawang.

Ari Putra (28) tahanan kasus Asusila meninggal di Rutan Polres Empat Lawang, Rabu (22/6/2022).

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, berdasarkan penyelidikan, Ari Putra tahanan percobaan rudapaksa ini meninggal di sel akibat perkelahian antar tahanan.

Meski begitu, Bid Propam Polda Sumsel sudah turun ke Empat Lawang untuk memeriksa petugas jaga yang bertugas saat peristiwa itu terjadi.

"Ya pasti dong (ada pemeriksaan), kan ada piket jaganya. Kalau ditemukan unsur lalai, ya kita tindak akan kita beri hukuman," ujarnya, Selasa (28/6/2022).

Lanjut dikatakan, sanksi bakal sesuai dengan hasil pemeriksaan yang hingga kini masih dilakukan oleh Bid Propam Polda Sumsel.

"Apakah sanksi disiplin, apakah kode etik, nanti tergantung dengan Propam jika ditemukan unsur kelalaian dari petugas," ucapnya. 

Terkait pernyataan keluarga yang menyebut Ari Putra diduga tewas karena dipukuli anggota polisi, Supriadi dengan tegas membantahnya.

"Bukan oleh anggota, tapi akibat perkelahian antar tahanan," ujarnya.

Ari Putra (28) warga Desa Bayau, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang smeninggal di sel Polres Empat Lawang. Rabu (22/06/2022) dini hari.

Kapolres Empat Lawang AKBP Yuda Patria Rahadian melalui Kasat Reskrim AKP M Tohirin menyatakan Ari tahanan Polres Empat Lawang meninggal di sel setelah mengalami pengeroyokan oleh sesama tahanan.

Polisi saat ini telah menetapkan tiga tersangka atas kasus meninggalnya seorang tahanan di sel Polres Empat Lawang.

"Ada salah satu tersangka yang kami titipkan di sel Polres Empat Lawang alami pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Dari kejadian tersebut kami langsung lakukan pemeriksaan rekan-rekan tersangka dalam sel dari pemeriksaan saksi ditetapkan ada tiga tersangka", katanya, Selasa (28/6/2022).

Menurutnya dari pemeriksaan telah ditetapkan tiga tersangka yakni J, F, dan D.

Pada kesempatan tersebut AKP M Tohirin juga menanggapi video yang beredar. Menurutnya, mereka Polres Empat Lawang sudah memeriksa saksi dan tersangka.

"Kami telah melakukan pemeriksaan saksi dan tersangka, dari keterangan saksi dan tersangka kami sudah mendapat kesesuaian atas keterangan tersebut, dimana para pelaku telah dikenakan Pasal 170 KUHP," ujrnya.

Hingga saat in i kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian dari Polda Sumatera Selatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar