Diknas Palembang Jalankan Aturan Vaksin Anak Sesuai Arahan Presiden

KBRN, Palembang : Kepala Dinas Pendidikan kota Palembang Ahmad Zulinto menyebutkan, hingga saat ini sekolah-sekolah masih menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen terbatas.

"Proses belajar tatap muka (PTM) tetap terbatas walaupun kapasitas siswa sudah 100 persen, tapi tetap dibagi dalam 3 hari dengan Prokes yang ketat, masih bergantian, belum berani total satu minggu," kata Zulinto, Rabu (19/1/2022).

Terkait beredarnya surat kesediaan vaksin dan menanggung resiko pasca vaksin anak yang diterima para orang tua atau wali murid, Ahmad Zulinto mengaku, pihaknya sebelumnya juga sempet bingung atas isi surat tersebut.

"Menindaklanjuti pernyataan dari Presiden, maka kita buat edaran surat pernyataan bahwa orang tua mengizinkan vaksin," kata Zulinto, Rabu (19/1/2022). 

Zulinto mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan jika ada wali murid tidak mengizinkan anaknya divaksin. 

Hanya saja, pihaknya akan mengikuti aturan dari pemerintah pusat, jika vaksin dilaksanakan menyeluruh, pihak sekolah siap.

Aturan siswa divaksin ini menurutnya tidak hanya diterapkan di Palembang tapi seluruh Indonesia. Hingga saat ini vaksinasi anak usia-6-11 tahun di Palembang sudah 12% siswa divaksin.

Presiden Joko Widodo melarang pihak sekolah meminta orang tua menandatangani surat kesediaan menanggung risiko setelah vaksinasi anak. Arahan Presiden yang itu disampaikan melalui Kantor Staf Presiden.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fenty Aprina mengatakan, sebelum divaksin semua anak diperiksa kesehatannya. Mereka juga didampingi orang tua atau wali murid masing-masing. 

"Sejauh ini tidak ada gejala serius pasca vaksin. Paling hanya pegal dan demam, ini efek biasa yang ditimbulkan setelah vaksin, sama seperti vaksin dewasa dan lansia," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar