Warga Minta Perbaikan Jalan Muba- Mura Segera Diselesaikan

Kondisi Jalan Longsor di Desa Bailangu Timur

KBRN, Musi Banyuasin : Perbaikan kerusakan ruas jalan Musi Banyuasin (Muba) menuju kabupaten Musi Rawas (Mura) hingga saat ini belum terselesaikan. Bahkan akibat kerusakan jalan tersebut di ruas jalan itu juga sering terjadi kemacetan panjang.

Kerusakan jalan di wilayah Muba dapat dirasakan pengendara ketika melintas di Desa Bailangu, bahkan sebelumnya di awal tahun, sejumlah titik jalan hampir putus akibat jalan longsor ke sungai yang memakan setengah badan jalan.

 “Akibat rusak ini, jalan di desa kami sering terjadi kemacetan hingga 10 Kilomter jika ada kendaraan yang rusak atau terbalik atau saat kondisi hujan. Terbalik itu, karena kendaraan tidak seimbang ketika melewati lubang besar.” ungkap Kepala Desa Bailangu Timur, Herman Samiran, Rabu, (26/1/22)

Menurut Herman, jalan yang longsor itu sudah dilakukan perbaikan sejak tahun 2021, namun saat ini belum terselesaikan. Mulai dari Kecamatan Betung, Kota Sekayu hingga ke Desa Mangun Jaya menuju Kabupaten Mura

“Kami mohon pemerintah segera menyelesaikan jalan longsor dan juga jalan rusak di desa kami dan juga desa lainnya, namun jangan asal tampal, sudah di perbaiki, kemudian rusak lagi,”tutur Herman.

Banyaknya ruas jalan negara di Sumsel yang rusak parah, dan tidak kunjung mendapat perhatian pemerintah, membuat anggota dewan Sumsel angkat bicara.

Untuk itu, Komisi IV DPRD Sumsel, memanggil Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumsel (BBJNS) dan meminta mereka segera melakukan perbaikan jalan negara di Sumsel.

"Kami sengaja memanggil BBJNS dan meminta  agar kedepan jalan lintas tengah Sekayu-Musi Rawas, dapat diperbaiki hingga tak membahayakan pengguna jalan serta memimbulkan kemacetan," kata Ketua komisi IV, MF Ridho, ST. MT.,  Selasa (25/01/22)

Menurut Ridho, dewan tidak lagi meminta kejelasan. Tetapi menegur keras balai besar jalan. Apalagi, dari pemaparan pihak BBPJNS, diketahui pemerintah sudah gelontorkan dana Rp260 miliar.

Hanya saja dana rehabilitasi dan perbaikan jalan ini hingga tahun 2024 mendatang. Sedangkan untuk tahun 2022 ini hanya sekitar Rp70 Miliar saja.

“Kalau melihat volume jalan. Maka dana Rp70 M itu, belum memberikan dampak yang besar pada kondisi jalan negara di Sumsel. Karena tidak sebanding dengan panjang dan kerusakan jalan. Oleh sebab itu, kita berharap dana ini secara keseluruhan dapat digunakan tahun 2022 ini juga. Sehingga perbaikannya optimal dilaksanakan,” jelasnya.

Ridho juga meminta kedepannya kualitas jalan negara di daerah dan ibukota provinsi, dibuat sama baiknya.

“Karena selama ini, jalan negara yang ada di ibukota jauh lebih baik dari yang ada di daerah. Sehingga jalan negara di daerah lebih gampang rusak,” katanya.

Kalaupun dikalkulasikan, artinya untuk perbaikan jalan negara hanya sekitar 20 km saja. Sedangkan jalan negara yang harus dipelihara. Antara Sekayu dan Musi Rawas, mencapai 100 km lebih panjangnya.

Terpisah kepala BBPJNS, Budianin mengatakan, sejauh ini pelaksanaan rehabilitasi sudah masuk proses. Mudah-mudahan, menurutnya, bulan Februari 2022 segera akan ada rehabilitasi dari pihaknya.

Dia juga mengatakan pihaknya akan bekerja secara optimal dalam hal perbaikan. Bahkan ada sebagian jalan digunakan pengerjaan secara dua lapis bahan. Sehingga akan bertahan lebih lama

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar