Sandiaga Uno Dorong Pempek Palembang Tembus Pasar Internasional

Foto : Humas Pemprov.Sumsel

KBRN, Palembang :  Kuliner khas Kota Palembang yakni pempek didorong bisa menembus pasar internasional. Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, saat kunjungan kerja ke Palembang Sumatera Selatan, Kamis (30/9/2021).

Kunjungan kerja Sandiaga di kota Palembang ini adalah dalam rangka program pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif  Indonesia, bagi pelaku ekonomi kreatif.

Sandiaga mengatakan, pihaknya mendorong kuliner tradisional agar lebih dikenal di kancah internasional. Apalagi, Kota Palembang diketahui memiliki banyak potensi seperti pempek, songket dan ekonomi kreatif lainnya.

"Kita ingin pempek dengan citarasa khas ini mampu menembus ke kancah internasional, karena restoran Indonesia di dunia sudah mencapai 4.000," ujar Sandiaga di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya, Palembang.

Meski begitu, masih tingginya ongkos kirim ekspor menjadi kendala pelaku usaha UMKM, khususnya pempek untuk menembus pasar internasional.

"Selain pasar domestik, saat ini permintaan pasar internasional terhadap pempek juga sudah menggeliat. Namun, kendala yang dihadapi masih mahalnya ongkos kirim," ujar Sandiaga.

 Untuk itu menurut Sandiaga, dibutuhkan kolaborasi dari stakeholder terkait uoaya mendorong itu semua, sehingga pasar kuliner tradisional bisa diperluas.

"Kita akan dorong ekonomi kreatif ini seluas mungkin, sehingga lowongan pekerjaan pun akan semakin banyak," kata Sandiaga.

Sementara itu, Ita Pulungan, selaku pelaku usaha Dapur Oma mengatakan, pihaknya menginginkan pemerintah optimal dalam pemasaran kuliner tradisional, sehingga produk UMKM dapat lebih dikenal hingga ke mancanegara.

"Selama ini Palembang identik dengan pempek, padahal di Palembang bukan hanya itu saja. Masih banyak kuliner lainnya seperti kue Delapan Jam, Maksuba dan lainnya. Inilah yang perlu didorong lagi oleh pemerintah, sehingga pelaku usaha juga akan lebih kreatif dalam berinovasi," ujar Ita.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00