Manisnya Budidaya Lebah Kelulut di Perkarangan Rumah

KBRN, Empat Lawang -

Potensi suatu daerah dilihat dari seperti apa masyarakatnya  memanfaatkan segala hal hingga menghasilkan sesuatu yang bernilai. 

Menelusuri wilayah perumnas Mts kecamatan Tebing Tinggi kabupaten Empat Lawang, merupakan daerah dengan kawasan padat penduduk, yang mayoritas masyarakat berpenghasilan dari perkantoran pemerintah maupun swasta. 

Jika melintas di kawasan padat penduduk ini, ada pemandangan yang berbeda, yaitu deretan kotak kayu berjejer di pinggir jalan serta pekarangan rumah, salah satu masyarakat disini , memanfaatkan area pinggir jalan dan pekarangan rumah, untuk di jadi kan pembudidayaan Koloni Madu Kelulut. 

Madu Kelulut atau meliponine, stingless bee honey (sbh) merupakan  madu lebah tanpa sengat, yang saat ini banyak di budidayakan masyarakat dalam keperluan pengobatan modern.

Budidaya Madu Kelulut, termasuk sangat mudah dan bahkan tidak ada kendala, karena sifat lebah yang liar, dan pemakan semua jenis bunga, sehingga budidaya yang di lakukan  lebih fokus pada pemeliharaan bunga , manfaatnya pun, pekarangan rumah menjadi indah karena di tumbuhi bunga, yang menghasilkan madu dengan harga 3 kali lipat dari harga madu biasa. 

Sudah,  5 bulan ini warga di rt 1 rw 5 , seragi saur ( 52), membudidayakan lebah kelulut di area padat pemukiman. Dari pembudidayaan itu, hasil panen dapat mencapai 200 hingga 500 mili dengan masa panen 45 hari, tergantung dari kondisi vegetasi lingkungan sekitar. 

"1 kilogaram madulu kelulut di harga 300 rbu pertama liter nya, dan saat ini sudah ada 70 tooping, lebah kelulut yang di budidayakan selama lima bulan, dan akan terus menerus bertambah " ungap seragi saur, Sabtu (14/5/2022).

Selain ingin terus mengembangkan produksi madu kelulut secara mandiri, warga rt 1 , rw 5 kelurahan tanjung kupang kabupaten empat lawang,  ini juga  menyambut baik masyarakat yang ingin membudidayakan dan memprodukai madu kelulut, hingga menjadi bisnis yang menguntungkan dan menggiurkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar