Ekonomi Keluarga pun Terbantu Berkat Kotak Madu Medco

Beruang Masih Menjadi Kendala Peternak

KBRN, Muara Enim: Menjelang waktu Zuhur, beberapa peternak lebah madu dengan menggunakan sepatu botnya di Dusun Banding Ayu, Desa Aurduri, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) bersiap meninggalkan lahan peternakan madu lebah yang berjarak sekitar 1 kilometer dari tempat tinggal mereka masing masing.

Meskipun terlihat raut muka yang lelah, namun  tidak sedikit pun keluhan yang terlontar dari peternak tersebut. Bagi mereka bekerja dari sejak matahari terbit merupakan rutinitas yang wajib dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sejumlah peternak  lebah madu ini tergabung dalam  Kelompok Budidaya Lebah Madu “Karya Maju Bersama”  binaan PT Medco.

Ketua Kelompok Karya Maju Bersama, Bustam menuturkan selain sebagai peternak lebah madu, dirinya dengan peternak lain,  menyadap karet  di lahan perkebunan yang jaraknya juga tidak berjauhan. Kemudian usai melakukan kegiatan menyadap, barula Bustam mendatangi lahan ternak lebah madu.

“Karena banyaknya Naneng (Hewan penyengat berwarna Kuning yang memakan madu) jadi setelah dari kebun karet, kami mengusir dengan membersihkan penyengat kuning yang menempel di bagian luar kotak madu,” kata Bustam saat diwawancari RRI, Senin (15/922).

Dahulu menurutnya memiliki kebun karet sangat membantu perekonomian keluarga, namun seiring waktu, harga karet saat ini hanya mencukupi kebutuhan pangan seadanya. Meskipun sempat kesulitan namun Bustam mengaku tetap bertahan.

Tahun 2014, bagi Bustam menjadi awal kebaikan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga bahkan untuk biaya sekolah anak anak.

Dirinya bersama sejumlah petani karet, membentuk Kelompok Budidaya Lebah Madu, yang akhinya diberi nama Karya Maju Bersama.

“Sejumlah petani karet termasuk saya waktu itu sudah memiliki ilmu bertenak lebah madu, namun kami terbatas modal untuk sejumlah pengadaan peralatan, karena itula kami bentuk kelompok” jelas pria paruh bayu ini.

Kelompok ini awalnya memiliki 40 anggota, yang semuanya mendapatkan modal dari PT Medco sebagai peternak lebah madu. Seperti, kotak lebah, lahan pertenakan yang telah dilengkapi tanaman bunga untuk menarik lebah, dan juga peralatan lainnya termasuk sepatu bot, sarung tangan, dan topi untuk melalukan aktifitas ternak.

“Bunga bunga itu didatangkan dari Ciamis, salah satunya jenisnya Santos Semon. Tidak hanya diberikan modal, kami juga diberikan pelatihan. PT Medco mendatangkan Dosen dari Semarang tahun 2018 lalu untuk mengajari kami cara ternak madu,” sambung Bustam.

Adapun lahan ternak seluas 1 hektar ini, diakui Bustam sudah sangat banyak mendatangkan lebah dalam memproduksi madu. Apalagi saat ini Kelompok Maju Bersama hanya beranggotakan 10 peternak, akibat gangguan Beruang yang hingga kini belum terselesaikan.

“Lahan ini cukup besar namun kini peternak madu hanya 10 orang, kebanyakan dari mereka kehabisan modal untuk membuat kotak lebah, yang sering dicuri Beruang di malam hari,” keluh Bustam

Bustam menceritakan gangguan Beruang sejak tiga tahun terakhir sudah disampaikan dengan sejumlah pihak, termasuk ke pemerintah daerah setempat. Namun belum menemukan solusi.

Meskipun begitu, Bustam mengaku bersama peternak yang tersisa, berjaga malam dilokasi peternakan secara bergantian.

Dengan modal senter dan bermalaman di pondok yang memang di peruntukan untuk istirahat, peternak berjaga bergantian. Ketika mendengar suara Beruang, mereka langsung menyinari Beruang menggunakan senter untuk mengusir. Sejauh ini cara yang dilakukan berhasil.

“Setelah Zuhur, istirahat, kemudian makan,  menjelang sore kami kembali lagi untuk memeriksa kotak lebah, tidak lama kemudian pulang. Tidak hanya cukup sore, usai melaksanakan Solat Isya, saya dan peternak lain menghidupkan lampu di lokasi ternak, untuk mencegah kedatangan beruang, namun karena ada jadwal jaga malam, perternak lainnya tinggal di lokasi untuk jaga malam hingga pagi hari,”  lanjut Bustam.

Bagi Bustam, beternak lebah madu sangat membantu perekonomian keluarga. Karena itu, Bustam bersama beberapa peternak tersisa berusaha semampunya untuk menjaga kelestarian budidaya lebah madu.

“Medco sudah memberikan apa yang kami butuhkan, berapapun kotak setiap tahun ada penyaluran bantuan, bahkan untuk pemasaran madu pun kami dibantu Medco. Hasilnya sangat membantu perekonomian keluarga. Meskipun Beruang saat ini menjadi kendala utama kami, kami akan tetap beruapa melestaarikan ternak ini,” ungkap Bustam.

Adapun penghasilan Bustam dan peternak lainnya setiap panen pertiga minggu, dalam satu kotak madu ukuran besar mencapai Rp 250 ribu dengan berat sekitar 2,5 Kg Madu.  Sedangkan kotak kecil dapat menghasilkan 1Kg, dengan harag Rp 150 ribu

Jika cuaca panas, tidak terjadi hujan,Bustam yang memiliki 170 kotak lebah dapat menghasilkan sekitar Rp 2 juta. Menurutnnya hujan dapat mempengaruhi kualitas madu dan kelangsungan hidup lebah.

“Biasanya para peternak memilih untuk tidak memanen madu dari kotak saat musim hujan. Karena stok madu yang tersisa untuk konsumsi makan lebah. Selain itu kualitas madu hanya terasa manis tidak memiliki warna kuning, melainkan berwarna bening,” sambung Bustam.

Budidaya Lebah Madu merupakan pemberdayaan masyarakat berbasis alam yang ramah lingkungan, meningkatan pendapatan dan menjaga kelestarian hutan.

 PT Medco menerangkan pada awalnya mayarakat telah dilatih cara budidaya yang ramah lingkungan dan memberikan kualitas produk yang baik. Masyarakat juga dikuatkan organisasinya  serta didampingi untuk proses marketing dan promosi.

Program saat ini telah berhasil menciptakan champion lokal yang telah mampu menyebarkan dan membina masyarakat di sekitarnya. Program ini sudah sering diminta stakeholder lain untuk terlibat dalam pameran mewakili daerahnya.

“Medco tetap melakukan monitoring dan pengembangan program agar Madu ini bisa masuk ke pasar yang lebih luas di masa mendatang." jelas Officer Community & Enhanchement, Robby Wijaya yang mewakili Manager Community Relation & Enhanchement PT Medco E&P Indonesia South Sumatra Region, Hirmawan Eko Prabowo, kepada RRI, Jumat (19/8/22).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar