Wujudkan Sumsel Mandiri Pangan, Pemprov Sumsel Dorong Pengembangan Bibit Unggul

KBRN, Palembang : Pemerintah PRovinsi Sumatera Selatan mengandeng PT. GMZ Biomega Utama dalam pengembangan bibit unggul bagi masyarakat di Sumsel. Langkah ini sebagai upaya untuk mendorong gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang digulirkan Pemprov.

"Saya minta kepada kepada PT. GMZ Biomega Utama, agar masyarakat dapat kemudahan dalam kemandiran pangannya melalui bibit unggul seperti cabai, tomat, bawang. Dan ini kita akan kerjasama dengan Balitbang Sumsel," ucap Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, ketika  meninjau Laboratorium Kultur Jaringan PT. GMZ Biomega Utama bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Holtikultura dan Tanaman Hias di Jalan R. Soekamto No. 29 C Palembang, Kamis (20/1/2022) pagi.

Pada kesempatan itu, Herman Deru meminta pihak  PT. GMZ Biomega Utama  untuk dapat mengembangkan bibit-bibit unggul yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam mensukseskan gerakan Sumsel Mandiri Pangan.

"Kita lihat langsung kesini ini karena sangat menginspirasi sekali. Ada anak muda mempunyai usaha yang berkembang. Tapi ada kepedulian untuk hortikultura," katanya.

Salah satu pembibitan yang dianggap potensial adalah buah pisang. Herman Deru mengatakan, pisang adalah jenis buah-buahan yang begitu digemari banyak orang, termasuk diantaranya tanaman   nanas dan  bunga anggrek. 

"Nah menariknya ada buah pisang yang sangat digemari oleh masyarakat diseluruh dunia. Semoga berkat inisiatif dari Direktur Utama PT GMZ Biomega Utama, Andrew Gomez. Masyarakat kita harapkan  ikut terinspirasi untuk menanam," ungkapnya.

Dengan begitu, lanjutnya pemerintah tentu harus berperan  dalam memfasilitasi mulai dari mengajak  masyarakat  termasuk juga dalam urusan  suplai hingga pemasaran. Bahkan ke depan dia berencana  akan membuat kampung buah sebagai percontohan bagi bibit-bibit unggul.

"Kita akan membuat kampung buah kita ambil 10 hektar untuk contoh dulu di Kota Palembang sebagi klaster bibit unggul," terangnya sembari menambahkan sistem pembibitan seperti ini dapat menekan terjadinya potensi karhutla.

Sementara itu, Andrew Gomez  selaku Direktur Utama PT. GMZ Biomega Utama Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Holtikultura dan Tanaman Hias mengatakan pembibitan buah pisang memang di fokuskannya di Sumsel karena Laboratorium di pulau jawa sudah banyak.

"Pembibitan pisang saya lakukan memang untuk di Sumsel. Kalau di jawa sudah banyak," katanya.

Dia juga ingin membuat terobosan Hortikultura sesuai dengan program pemerintah pusat membuat Kampung Buah di Sumsel. 

Tak hanya itu dalam pengembangan disektor pertanian pihaknya juga telah bekersama dengan SMK di Sembawa.

"Kita berkerjasama dengan SMK Sembawa para siswa-siswi,  kita berdayakan dan kita bina dan didik sehigga Sumsel kedepan menjadi daerah yang diperhitungkan sebagai daerah ketahanan pangan untuk Indonesia,” tambahnya.

Dia menjelaskan di dalam  kultur jaringan pisang  pihaknya memilih  benih induk  yang terbaik untuk diperbanyak  dengan tujuan pada saat pertumbuhan hasilnya  merata.

"Kalau pertumbuhan ini semua merata karena harus di tempat yang steril. Jadi jaringan kelebihannya begitu. Hamapun kita bisa kontrol dari jaringan tersebut sehingga kita bisa memiilih," ucapnya.

Sedangkan dalam waktu produksi menurutnya itu sama saja tapi dapat menghasilkan lebih banyak.

"Untuk kecepatannya sama saja menghasilkan buahnya. Untuk pisang tergantung dataran karena semakin tinggi semakin lama kita panen tapi kalau normal sembilan bulan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar