Dugaan Pelanggaran Etik Firly Bahuri Harus Diumumkan

Dewan Pengawas KPK

KBRN, Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) untuk terbuka atas temuan dugaan pelanggaran etik Komisaris Jenderal Polisi Firli Bahuri.

Firli dilaporkan ke Dewas KPK terkait penggunaan helikopter mewah saat perjalanan dari Palembang ke Baturaja, Sumatra Selatan, Sabtu (20/6/2020).

"Jika ditemukan adanya fakta bahwa yang bersangkutan melanggar kode etik, maka Dewan Pengawas harus mengumumkan hal ini kepada publik," tegas Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Selasa (30/6/2020).

Tak hanya itu, ICW menegaskan kembali, Dewas KPK harus pula memberikan tenggat waktu yang jelas dalam proses penanganan dugaan pelanggaran kode etik ini.

Sebab, Kurnia menyatakan, berkaca pada waktu sebelumnya, sering kali pengusutan dugaan pelanggaran kode etik di KPK berjalan lambat dan tidak ada kejelasan.

"Contoh, saat ICW melaporkan Irjen Firli Bahuri yang saat itu masih berstatus sebagai Deputi Penindakan KPK atas dugaan pelanggaran kode etik. Kala itu proses pengusutannya amat disayangkan karena tidak terbuka kepada publik," ujar Kurnia.

Jika temuan atas dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri tidak segera ditindaklanjuti, maka menurut Kurnia, peran Dewas KPK layak untuk dipertanyakan.

"Karena hanya mendiamkan potensi-potensi pelanggaran yang dilakukan oleh pimpinan KPK," kata Kurnia.

Sebab, kata Kurnia, praktik hedonisme sebagaimana diperlihatkan Firli, seperti penggunaan helikopter, tidak bisa dilepaskan begitu saja dari beberapa kejadian yang sempat ada di era kepemimpinannya.

"Misalnya, saat pimpinan KPK tetap memaksakan untuk menaikkan gaji di tengah situasi pandemi Covid-19. Maka dari itu, gaya hidup hedonisme seperti itu bukan lagi hal yang mengejutkan ada di kepemimpinan KPK saat ini," katanya.

Sebelumnya, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengadukan ketua institusi antirasuah itu terkait dengan pelanggaran etik. Laporan terkait penggunaan helikopter mewah tersebut merupakan aduan yang kedua.

Adapun aduan pertama, Firli diduga melanggar protokol Covid-19 karena tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak ketika bertemu puluhan anak-anak di Baturaja, Sumsel. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00