Dari Kostrad, Arfa Pimpin Para Raider 501/BY

KBRN, Madiun: Tongkat komando Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 501/Bajra Yudha (BY) Madiun resmi berganti, dari Letkol Infanteri (Inf) Risa Wahyu Setyawan kepada Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya setelah melalui serah terima jabatan (Sertijab) dilaksanakan, Sabtu (1/8/2020). 

Adapun, pejabat lama, Letkol Inf Risa kini mengemban tugas baru sebagai Komandan Kodim 1412/Kolaka, sedangkan pejabat baru, Letkol Inf Arfa sebelumnya mengemban amanah di Kostrad.

"Pergantian pejabat merupakan hal yang lumrah disuatu lembaga, termasuk jajaran TNI. Pergantian pucuk pimpinan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi," kata Komandan Brigif Para Raider 18 Kostrad, Kolonel Inf Ahmad Hadi Al Jufri di sela acara sertijab.

Temasuk regenerasi dalam rangka pembinaan karier. Selain itu, bentuk pemberian penghargaan kepada anggota TNI lain yang berprestasi. Artinya kita memiliki visi dan misi yang sama dalam menjadikan Batalyon Infanteri Para Raider 501 ini menjadi Batalyon yang profesional, militan dan tangguh," imbuhnya.

Hadi mengharapkan, keberadaan Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Madiun dapat juga menjadikan ajang Pencak Silat Nusantara ditubuh TNI sebagai kegiatan silaturrahmi sekaligus sarana pengikat persatuan antar anak bangsa.

Tentunya upaya itu, lanjutnya, harus tetap dijaga dan ditingkatkan sehingga pencak silat sebagai tradisi bela diri asli bangsa Indonesia harus dibesarkan. Apalagi Madiun merupakan pusatnya pencak silat atau kotanya pendekar.

Sementara itu, ia mengajak, seluruh elemen bersama-sama bersatu menjadikan pencak silat tidak hanya dikenal dan berkiprah di kancah nasional, tetapi mendunia.

Ditambahkan, ketika prajurit TNI dikirim untuk kunjungan ataupun melaksanakan tugasnya ke luar negeri, pencak silat dapat dijadikan ikon tersendiri.

"Seharusnya kita bangga, makanya kita besarkan, kita jaga bahwa pencak silat ini benar merupakan warisan budaya bangsa kita. Selain sebagai ajang silaturrahmi ya sarana pengikat persatuan antar anak bangsa," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00