Mabuk Oplosan, Sipit dan Rizki Aniaya Orang

Kapolsek Bantim bersama Kanit Reskrim menunjukan Sajam Pelaku

KBRN, Banjarmasin: Hanya dengan tertunduk dua tersangka peristiwa  penusukan di salah satu Kafe di kawasan Banua Anyar saat digiring petugas  di Mapolsek Banjarmasin Timur, Senin (29/6/2020). Mereka berdua adalah Imin Sipit dan Rizki Barbera yang menganiaya Muhammad Saiful (22) saat sedang nongkrong di salah satu kafe.

Imin Sipit mengaku kejadian pada malam itu, spontan ia lakukan sampai menusukan senjata tajam jenis belati kepada korbannya yang belum pernah kenal sebelumnya.

"Ga ada niat pak, spontan aja," Ucap Imin di hadapan Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Susilo didampingi Kanit Reskrim, Iptu Timur Yono.

Saat ditanya Kapolsek, dari pengakuan Imin nampaknya ingin jadi seorang preman, sebab setiap keluar rumah kerap membawa senjata tajam dengan alasan menjaga diri.

"Malam itu sebelumnya sama teman, minum oplosan dulu," sesal Imin.

Sementara AKP Susilo didampingi Kanit Reskrim, Iptu Timur Yono memerankan, motif kejadian tersebut awalnya hanya karena tersinggung.

"Jadi mereka ini sama lagi pesan makanan di kafe dan teman pelaku tak sengaja menyenggol korban sampai jatuh alat untuk memesan makanannya, padahal langsung minta maaf, namun korban tetap marah dan mengajak ribut," terang AKP Susilo.

Kedua pelaku yang tak terima temannya dilakukan seperti itu langsung menganiaya korban, pukulan pun dilayangkan  pelaku Rizki Barbera hingga tersungkur.

"Saat korban kembali bangun dan ingin lari Imin Sipit ini yang kembali menyerang dengan sajam yang kerap dibawanya ke arah perut korban," beber AKP Susilo.

Sementara korban saat itu mengalami luka cukup serius  dilarikan ke Rumah Sakit Ansari Saleh Banjarmasin untuk penanganan medis.

"Saat itu pula dua pelaku ini kabur melarikan diri,"imbuh Kapolsek.

Meski sempat kesulitan untuk mengenali siapa pelaku akibat cctv kafe mati, namun dengan kegigihan Polisi tetap bisa dengan mudah meringkus kedua tersangka.

Diketahui pelaku penusukan Imin Sipit ditangkap saat berada di kawasan Pasar Antasari, Banjarmasin Tengah. Pada Jumat (26/6) sore. Dari nyanyian Imin tak butuh waktu lama Rizki Barbera turut diamankan di rumahnya.

Kedua pelaku pun dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman 5 tahun penjara, khusus untuk Imin Sipit disangkakan pula Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 12 Darurat Tahun 1951 karena membawa sajam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00