Pelanggar OPJ Warga Depok Capai 4.591 Kasus

Polisi lalu lintas saat melakukan penindakkan terhadap pengendara. (Dok: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Meteo Depok, Kompol Erwin Genda menyebutkan jumlah pelanggar dalam Operasi Patuh Jaya (OPJ) 2020 di Depok mencapai 4.591 kasus hingga Jumat (31/07/2020) kemarin, terhitung sejak Kamis (23/07/2020) lalu. 

Menurutnya, dari jumlah tersebut, 1.729 dilakukan tindak penilangan. Sedangkan sisanya, 2.862 kasus hanya diberikan teguran.

Ia menambahkan, jumlah pengendara yang ditilang di Depok terbanyak akibat melawan arus, yakni 537 pengendara. Pelanggar terbanyak untuk kategori ini adalah pengemudi sepeda motor.

"Pengendara yang melawan arus selama sembilan hari Operasi Patuh Jaya di Depok, 173 merupakan pengendara mobil dan 364 pengendara sepeda motor," ujar Erwin dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Sabtu (01/08/2020). 

Lebih lanjut, Erwin mengatakan, pelanggaran kedua terbanyak selama sembilan hari OPJ 2020 berjalan adalah para pengendara yang kerap menggunakan telepon genggam atau handphone saat berkendara. Untuk kasus ini, kebanyakan pengemudi kendaraan roda empat. 

"Tercatat ada 109 pengendara sepeda motor dan 171 pengendara mobil ditindak karena menggunakan handphone saat berkendara," tuturnya. 

Disamping itu, Erwin menuturkan, pelanggaran yang paling banyak ditemui di Depok adalah pemotor yang menggunakan helm non-SNI. Dalam kasusini, jumlah pelanggar mencapai 440 kasus. 

Erwin tak bisa memungkiri dari jumlah keseluruhan, pengemudi roda dua yang mendominasi pelanggaran tersebut.

Tercatat, polisi menilang 1.206 pemotor. Jumlah itu setara 70 persen dari total pengendara yang ditilang.

Oleh sebab itu, ia kembali mengimbau agar seluruh penegendara untuk lebih disiplin dan taat dalam berlalu lintas. 

"Kami imbau kepada pengendara agar mematuhi aturan berlalu lintas agar kita saling berkendara dengan aman dan selamat," pungkasnya. 

Sebagaimana diketahui, Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2020 mulai Kamis (23/07/2020) lalu hingga 5 Agustus 2020. 

Operasi Patuh Jaya yang digelar serentak seluruh di wilayah hukum Polda Metro Jaya itu menerjunkan 1.807 personel gabungan mulai dari Polri, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub). 

Setidaknya ada lima jenis pelanggaran yang akan ditertibkan di antaranya tindakan melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, mengabaikan marka jalan, melintas bahu jalan tol, dan menggunakan rotator serta sirine tidak sesuai ketentuan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00