FOKUS: #PON XX PAPUA

Hand Ball Dapat Berkembang di Indonesia

KBRN, Mimika: Olahraga bola tangan di Indonesia mungkin belum terlalu populer di kalangan masyarakat pecinta olahraga tanah air.

Ya, olahraga yang dimainkan pertama kali oleh tentara Jerman pada perang dunia dahulu kala itu, tengah dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua untuk pertama kalinya.

Ditengah kesibukannya mendampingi timnya berlaga di PON Papua, Pelatih kepala tim bola tangan putri DKI Jakarta, Muhamad Mehdi Sadraei mengungkapkan untuk mencapai kesuksesan prestasi khususnya olahraga bola tangan, di Indonesia perlu mengadakan pertandingan sesering mungkin.

Dikatakan, pertandingan itu bisa saja dilakukan di sekolah-sekolah hingga ke tingkat universitas atau perguruan tinggi.

"Bola tangan di Indonesia harus sering ada pertandingan sesering mungkin. Harus ada liga setiap minggu," beber pelatih berperawakan jangkung dan kekar, Kamis (14/10/2021).

Dikatakan, untuk menciptakan atlet fasih dalam olahraga bola tangan harus dibentuk melalui pertandingan-pertandingan. Seperti liga pro, kejuaraan tingkat disekolah atupun perguruan tinggi bahkan Kejurda maupun kejurnas.

"Anak-anak menghadapi liga sesering mungkin. Bukan Empat tahun sekali baru ada," katanya.

"Jadi well experience, tiap-tiap minggu ada event terus. Juga pertandingan dilakukan di sekolah-sekolah dan universitas," ungkap pelatih asal Iran.

Kemudian perlu melakukan pengelompokan jenjang usia berkarir dalam olahraga bola tangan, baik dari 12, 15, 18 dan senior putra dan putri.

"Dan setiap layer (lapisan) harus ada pertandingan terus untuk next generation dengan demikian 5 sampai 10 tahun Indonesia bisa top 3 di Asia. Tapi kuncinya harus ada banyak pertandingan," ujarnya penuh keyakinan.

Meski begitu Ia tidak memungkiri di Indonesia banyak pemain bertalenta hanya perlu dimasifkan lagi olahraga bola tangan.

"Setiap sekolah harus ada liga karena talenta ada tapi kurang experience hand ball," tegas mantan pemain terbaik hand ball Asia tiga kali berturut-turut ini.

Sementara itu pelaksanaan PON XX Papua membuatnya cukup terkesan.

"Kesan saya tuan rumah luar biasa bagus. Terimakasih banyak, aku udah ada teman banyak di Papua, walaupun berapa hari aja aku kesini mereka baik dan friendly dan always good," tutup dia.

Sebelum ditunjuk menukangi tim bola tangan putri DKI Jakarta, Muhamad Mehdi Sadraei pernah aktif bermain untuk Timnas Nasional Iran. Pencapaian prestasi tertinggi nya yakni, pernah menghantarkan timnas bola tangan Iran menjuarai World Champions. Selain itu membawa Iran menjadi juara 1 di Asia, menjadi runner-up dan juara 1 di Asian club serta pernah pemain terbaik di Asia tahun 2007 2008 dan 2009. (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00