Kajian Zuhur: Puasa dan Moderasi Beragama

Foto: dok. RRI

KBRN, Jakarta: Puasa dan moderasi beragama menjadi tema Kajian Zuhur, hari ini, Minggu (9/5/2021).

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. KH. Mujar Ibnu Syarif, SH. MA menyebut puasa Ramadan yang kita tunaikan setiap tahunnya kelihatannya sebagai ibadah yang sengaja didesain oleh Allah untuk menciptakan peibadi muslim dan mukmin beragama dalam format moderat.

"Rasul itu nggak suka ibadah orang yang ekstrem, ada sahabatnya menyatakan akan berpuasa terus-menerus dan tidak mau berbuka satu hari pun," ujarnya.

Kemudian rasul memanggil sahabatnya tersebut dan memberitahu jika ibadah puasa tersebut bukan yang benar menurut perspektifnya dan Allah.

"Saya suka berpuasa, tapi saya berbuka dari puasa yang saya tunaikan," ucap Rasul, seperti yang ditirukannya.

KH. Mujar menambahkan seharusnya yang berpuasa dapat tampil sebagai orang mukmin yang bersikap moderat, karena rasul semasa hidup terkenal sebagai pribadi santun dan amat menghargai orang yang berbeda agama.

"Puasa yang ditunaikan bisa menciptakan sikap moderat dalam beragama, nabi pernah mempersilakan rombongan Yahudi beribadah dengan penuh toleransi," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00