Sikap Jerinx Terhadap Covid-19, Kata Pakar Jiwa?

(Jerinx

KBRN, Jakarta: Drummer Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina atau yang dikenal dengan Jerinx berulang kali menyampaikan pendapatnya bahwa virus Corona (Covid-19) hanya sebuah konspirasi elit global.

Menanggapi perilaku Jerinx, Pakar Keperawatan Jiwa Universitas Indonesia Prof. Achir Yani S. Hamid, MN, DNSc mengatakan, dilihat dari psikodinamika menghadapi Covid-19, memang sangat beragam. Dinamika tergantung anggapan Covid-19 sebagai ancaman atau bukan. 

"Sulit untuk memastikannya dengan hanya membaca berita yang belum tentu juga original kerena sudah dipersepsikan oleh penulis," kata ibu yang akrab disapa Prof Yani ini, kepada rri.co.id, Kamis (30/7/2020) lalu.

"Saya hanya meninjau dari psikodinamika perilaku. Jika Covid-19 dianggap sebagai stressor, maka tiap manusia mungkin merespons stressor (Covid-19) secara unik atau berbeda tergantung apakah mengganggap Covid-19 sebagai ancaman atau bukan," kata Yani.

Yani mengatakan, persepsi terhadap stressor ini juga dipengaruhi oleh pengalaman terdahulu menghadapi berbagai stressor dan situasi krisis. Semakin merasa terancam seseorang, maka semakin dia akan berhati-hati dan berupaya keras untuk melindungi dirinya. 

"Semakin berpengalaman dan sukses menghadapi stressor atau ancaman sebelumnya, akan membuat seseorang makin kuat dengan mekanisme koping yang sudah teruji menghadapi situasi yang menimbulkan stress," jelasnya.

"Tapi bisa saja seseorang bersikap paradoksikal untuk menghadapi kecemasannya, misalnya saja bisa menggunakan humor, ketika sangat bersedih," tambahnya.

Untuk itu, Yani mengatakan, sangat perlu melakukan pendalaman dalam mengetahui alasan seseorang berperilaku tertentu.

"Termasuk juga untuk menyimpulkan sikap Jerinx," pungkasnya.

Diketahui, Jerinx berpendapat virus Corona (Covid-19) hanya sebuah konspirasi elit global.

Jerinx bahkan menolah adanya rapid test/swab. Jerinx bersama sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Nusantara Sehat (Manusa) menggelar penolakan itu Minggu (26/7/2020) lalu 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00