Cegah Pernikahan Dini, Wujudkan Generasi Bebas Stunting

KBRN, Batang : Kantor Kemenag Kabupaten Batang ikut berpartisipasi dalam program non fisik TMMD Sengkuyung Tahap II, dengan mengusung tema bimbingan perkawinan, untuk mencegah terjadinya pernikahan dini. 

Kepala Kantor Kemenag Batang M Aqsho mengatakan, sosialisasi tentang Undang-undang Perkawinan yang penting disampaikan kepada masyarakat.

“Jika orang akan melakukan perkawinan itu syarat dan rukunnya harus terpenuhi. Harus ada wali dan saksi serta ijab kabul,” terangnya saat menggelar Safari Jumat di Masjid Al Hidayah, Desa Karangtengah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jumat (12/8/2022).

Ia menegaskan, usia paling tepat bagi pria dan wanita untuk menuju jenjang pernikahan adalah 19 tahun.

Senada, Kepala Staf Kodim 0736/Batang Mayor Inf Slamet Muchcadi menanggapi positif tentang prinsip pernikahan sesuai sudut pandang Undang-undang Perkawinan Nomor 1/1974.

Ia sangat mengapresiasi tentang materi  penyuluhan bimbingan perkawinan.

“Di Kabupaten Batang ini masih banyak ditemukan warganya mengalami stunting. Lewat bimbingan ini akan bisa mengubah pola pikir mereka untuk menunda pernikahan, karena kebanyakan setelah punya anak tidak bisa memberikan gizi yang baik,” terangnya.

Ia berharap, dengan pemenuhan gizi yang baik, nantinya generasi masa depan Batang juga semakin berkualitas.

“Di masa depan Batang ini akan menjadi kota industri yang besar. Jadi apabila kualitasnya dipikirkan sejak awal, tentu kualitas sumber daya manusia yang unggul juga bisa terwujud,” tandasnya. (MC Batang Jateng/Heri)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar