Kriteria Larangan BBM Subsidi Mobil Mewah Diperlukan

Pengamat Sosial Unika Semarang, Hermawan Pancasiwi

KBRN,  Semarang : Rencana pemerintah dalam pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi untuk mobil mewah turut ditanggapi banyak pihak. Salah satunya Pengamat Sosial Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi. 

Hermawan mengatakan, pelarangan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite untuk mobil mewah perlu adanya kejelasan dari pemerintah terhadap kriteria mobil yang dimaksud. 

Pasalnya, sekarang ini banyak jenis mobil yang digunakan masyarakat.  Bahkan, dalam pembelian mobil mewah itu bisa dibeli masyarakat dengan keterbatasan daya beli dan juga adanya masyarakat  berkarakteristik tertentu.

" Terkadang mobil mewah bisa saja dibeli oleh orang-orang yang mempunyai keterbatasan. Lagi pula, kita juga ada masyarakat dengan satu karakteristik tertentu yaitu masyarakat suka berhutang dalam membeli mobil. Jadi, tampil diluar hebat dengan mobil mewahnya tapi berhutang. Dan itu justru menekan ekonominya, karena tidak semua mobil mewah  dimiliki orang kaya yang lepas dari hutang dan sebagainya," ujar Hermawan saat Siaran Dialog Interaktif bersama RRI di Programa 1 RRI Semarang,  Jumat (24/6/2022).

Ia menegaskan, bahwa kriteria dan batasan mobil mewah harus diperjelas oleh pemerintah. Hal itu dimaksudkan, supaya masyarakat mengetahui mobil yang dimiliki mereka harus menggunakan jenis bbm bersubsidi atau non subsidi.

"Spesifikasi mobil dan tahun pembuatannya ini harus diperhatikan. Karena kan banyak mobil-mobil yang digunakan masyarakat untuk sekarang ini," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar