Disbudpar Kota Semarang Ajak Pengelola Pariwisata Terapkan CHSE dan PeduliLindungi

KBRN, Semarang : Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), salah satu program pemerintah untuk melindungi warga dari penyebaran Covid-19, dengan tetep melakukan kegiatan perekonomian secara terbatas. 

Dengan demikian, para pengelola usaha pariwisata terus dapat menjaga asa dan tetap dapat memepertahankan kelangsungan usahanya. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari di depan 100 Pengelola Usaha Pariwisata dalam gelaran Bina Pelaku Usaha Pariwisata Kota Semarang Tahun 2021 di gedung Oudetrap Kota Lama, Rabu (22/9/2021). 

Kegiatan berlangsung selama dua hari membahas perlunya setiap usaha pariwisata mempunyai sertifikat CHSE yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) serta menerapkan Aplikasi PeduliLindungi dan bagaimana cara memperolehnya. 

Pada hari pertama, kegiatan dibuka oleh Tia Hendrar Prihadi Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang. Tia berterima kasih dan sekaligus mengajak seluruh pengusaha pariwisata agar terus beradaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan sekaligus melakukan edukasi kepada pengunjung atau wisatawan untuk mentaati protokol kesehatan yang sudah menjadi SOP wajib bagi setiap Usaha Pariwisata. 

"Saya mengajak seluruh pengusaha pariwisata di Kota Semarang untuk melakukan proteksi ganda yaitu selain menerapkan protokol kesehatan juga memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi  untuk menghentikan penyebaran Covid-19," ungkapnya melalui keterangan pers, Kamis (23/9/2021). 

Pada hari kedua, kegiatan dibuka Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman yang akrab disapa Pilus. Dia mengajak para pengusaha pariwisata mentaati dan menjalankan program – program pemerintah seperti PPKM, dan meminta usaha pariwisata yang dikelola pemerintah maupun BUMD untuk memberi contoh dengan mengurus sertifikasi CHSE dan Menerapkan Aplikasi PeduliLindungi. 

“UPTD dan BUMD Pariwisata harus memberi contoh bagi usaha pariwisata di Kota Semarang dengan memiliki sertifikasi CHSE dan Menerapkan Aplikasi PeduliLindungi,” tandas Pilus dalam sambutannya. 

Para narasumber antara lain Anang Budi Utomo, Komisi D DPRD Kota Semarang, Yanti Yulianti PHRI Jawa Tengah, Titah Listyorini Direktur PT PRPP Grand Maerokoco dan Muhammad Riza Prihadi  Auditor CHSE. 

Anang Budi Utomo memaparkan tentang dukungan DPRD Kota Semarang terhadap program – program pemerintah Kota Semarang khususnya dalam memerangi pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi. 

Sementara ketiga pembicara yang lainnya memberikan penjelasan tentang pentingnya sertifikasi CHSE dan Aplikasi Peduli Lindungi serta bagaimana cara pengurusan untuk mendapatkannya. 

Di akhir kegiatan para narasumber menyatakan bersedia untuk berbagi informasi dan konsultasi bagi para pengusaha yang akan melakukan pengurusan sertifikasi CHSE maupun untuk memperoleh Kode Barcode PeduliLindungi dari Kementerian Kesehatan sebagai tindak lanjut pembinaan hari ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00