Abaikan Uji KIR, Tak Hanya Sanksi Tapi Resiko Kecelakaan

KBRN, Semarang : Angka kecelakaan lalu lintas pada kendaraan barang sering disebabkan faktor kelayakan kendaraan. Hal itu lantaran banyak pemilik armada dan pengusaha yang mengabaikan Uji KIR.  

"KIR sudah menjadi kewajiban bagi pemilik mobil barang. Jika terjadi kecelakaan seluruhnya tidak bisa dibebankan pada pengemudi, tapi juga pengusaha atau perusahaan," jelas Pakar Transportasi Djoko Setyowarno,  Kamis (23/9/2021).

Aspek kelayakan kendaraan,  kata dia,  mulai dari klakson,  lampu,  serta pengereman menjadi parameter utama yang dimensinya ditentukan petugas.  

Tak hanya itu,  sanksi administratif yang diberikan kepada pelanggar belum ampuh lantaran sanksi yang diberikan kurang tegas.  

Hal itu memicu terjadinya celah yang menjadi biang angkutan barang apalagi ditambah muatan overload.  

"Denda yang diberikan masih sangat kecil jika berkaca pada kondisi di luar negeri. Kalau disini maksimal di angka Rp 500 ribu kalau di luar negeri bisa mencapai diatas Rp 250 juta, " ujarnya.

Di sisi lain, pemilik usaha ekspedisi, Rizal mengatakan, melihat kasus kecelakaan lalu lintas yang disebabkan kendaraan muatan lebih dan tak layak jalan. Lantas, membuatnya tak pernah lupa melakukan perawatan berkala pada kendaraan serta taat melaksanakan Uji KIR tiap kurun waktu enam bulan. 

"Perawatan rutin secara periodik untuk memastikan tidak ada malfungsi pada kendaraan," jelasnya.

Sektor pengereman, lanjut dia,  menjadi piranti utama. Sebab, dengan tonase muatan  muatan yang berat serta kontur jalan yang bergelombang ditambah medan yang di lalui membutuhkan kinerja ekstra dari rem kendaraan. 

"Fokusnya di pengereman dan kaki-kaki karena untuk menghadapi medan bervariasi dan kadang muatan juga berat jadi kinerja pengeraman menjadi perhatian utama, " pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00