Literasi Keuangan Digital Tangkal Investasi Bodong

ilustrasi

Editorial ditulis oleh: Fetika A

Crazy rich menjadi frasa yang terkenal akhir akhir ini. Sebutan bagi orang yang sangat kaya raya dan memamerkan gaya hidup supermewah dalam kesehariaannya.

Namun yang disayangkan beberapa oknum yang disebut crazy rich ini bertindak kriminal dengan cara menipu. Sebut saja Indra Kenz dan Doni Salmanan yang ditangkap polisi karena melakukan penipuan investasi bodong. Kerugian yang dialami para korbannya sangat fantastis mencapai milyaran rupiah.

Praktik Investasi bodong bukan kali ini saja,  Sejak beberapa tahun silam, kasus penipuan investasi yang menggunakan cara money game sudah banyak terjadi di Indonesia. Sebut saja kasus penipuan First travel yang menyeret sosialitas Anisa hasibuan dan suaminya.

Fenomena investasi palsu tidak makin surut namun yang memprihatinkan justru makin marak. Kini muncul kasus baru yang lebih besar. penipuan investasi emas dengan skema ponzi  menelan kerugian, yang dialami para korban mencapai 1 trilyun rupiah.

Ironisnya penipuan yang dilakukan oleh  tokoh crazy rich biasanya berdampak besar dan merugikan korban secara masif.

Aparat, memang telah bertindak dengan menangkap dan mengadili para pelakunya, Namun Pemerintah dan stakeholder terkait seperti OJK diharapkan tidak tinggal diam. Upaya sosialisasi dan literasi keuangan digital kepada masyarakat juga harus dilakukan secara massif. Karena dengan pengetahuan yang baik mengenai  investasi dan keuangan digital, penipuan yang merugikan masyarakat tidak bakal terjadi

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar