Beruntun Musibah Kebakaran, Kalak BPBD Ingatkan Warga Lebih Waspada

KBRN, Wonosobo : Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo Bambang Triyono mencatat, dalam beberapa hari berurutan sejumlah peristiwa musibah kebakaran melanda setidaknya 3 wilayah di Wonosobo.

Meski mulai masuk musim penghujan, Bambang mengingatkan warga tak lengah terhadap potensi bahaya yang mengintai, karena kebakaran tetap dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Minimalkan sekecil apapun potensi kebakaran, seperti dengan tidak lupa mematikan tungku saat meninggalkan rumah, cek kembali instalasi listrik yang mungkin sudah bertahun-tahun tidak dilakukan pengecekan dan senantiasa saling mengingatkan di sekitar lingkungan masing-masing,” ujar Bambang saat ditemui di sela menyerahkan sejumlah bantuan kepada korban kebakaran di Kampung Wonobungkah, Kelurahan Jlamprang, Kamis (23/9/2021).

Contoh kebakaran yang terjadi di RT 8 RW 7 Kampung Wonobungkah yang menimpa keluarga Tommy Andre Pratama, menurut Bambang disebabkan adanya peralatan elektronik berupa lemari pendingin (Kulkas) yang meledak, kemudian api menyebar hingga membakar sejumlah perabot rumah tangga lainnya.

“Kemungkinan besar karena aliran listriknya atau memang kondisi kulkas yang mengalami kerusakan sehingga meledak, ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” bebernya.

Akibat kebakaran pada Senin (20/9) itu, Bambang menyebut kergian materiil yang diderita keluarga Tommy mencapai sekitar 10 Juta Rupiah.

Atas nama Pemerintah Kabupaten, Bambang mengaku mewakili Bupati menyerahkan bantuan berupa sejumlah peralatan pendukung kelangsungan hidup rumah tangga seperti kasur, terpal, tikar dan bahan pokok untuk meringankan beban keluarga Tommy.

Selain di Wonobungkah, bantuan serupa bagi korban kebakaran menurut Bambang juga diserahkan kepada Keluarga Nurokhmah Dwi di Kampung Kerkop RT 01 RW 05 Kelurahan Wonosobo Barat.

“Kejadian kebakaran yang terjadi di Kerkop juga hampir sama, karena diduga dari korsleting listrik saat rumah dalam kondisi kosong,” ungkapnya.

Akibat dari musibah itu, keluarga Nurokhmah disebut Bambang mengalami kerugian materiil sekitar 5 Juta Rupiah, yang dihitung dari kerusakan sejumlah kursi sofa dan jendela akibat dilalap si Jago merah.

BPBD Kabupaten Wonosobo, ditegaskan Bambang senantiasa berupaya mengedukasi warga masyarakat untuk terus waspada terhadap beragam potensi bencana karena Kabupaten Wonosobo secara kontur geografis memang masuk daerah kategori rawan.

“Saat peralihan musim menuju penghujan, sejumlah kejadian yang terus diwaspadai antara lain tanah longsor, banjir, hingga angin puting beliung, sehingga kami juga berupaya menjalin koordinasi sinergis dengan unsur relawan yang tersebar di berbagai wilayah di Wonosobo,” pungkasnya. (Danang/don).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00