Warga Kudus Meninggal Diduga Covid-19, Hasil Tracing Negatif

KBRN, Kudus : Sejak Juli lalu, kasus Covid -19 di Kudus sudah mulai mereda. Kematian akibat terserang virus Korona juga sudah tidak terdengar lagi. Namun, Selasa (7/12/2021) pagi ada satu pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Korban warga Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, sebelumnya masuk RSUD dr Loekmonohadi pada Kamis (25/11/2021) lalu karena menderita penyakit paru – paru yang sudah lama dideritanya. Menurut keterangan Kepala UPT Puskesmas Jati, Amad Muhammad, dari hasil swab PCR yang dilakukan kepada korban di RSUD Kudus pada Sabtu (27/11/2021) lalu hasilnya positif Covid-19.  

“Korban laki – laki berusia 45 tahun mas. Begitu mendapat laporan adanya pasien positif Covid-19, kami segera melakukan tracing dan trecking kepada keluarga korban. Dari hasil pemeriksaan kepada keluarga korban yang terdekat, sebanyak sembilan orang sudah kami lakukan tes Swab PCR hasilnya negatif,” kata Amad Muhammad, Selasa (7/12/2021).

Setelah dilakukan perawatan selama 13 hari lanjut Amad, korban dinyatakan meninggal dunia Selasa (7/12/2021) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Korban dimakamkan di makam Ploso dengan protokol Covid-19 pada pukul 10.00 WIB.

Sementara itu Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga adalah Bupati Kudus, Hartopo mengakui adanya warga Desa Pasuruhan Lor yang meninggal karena Covid-19. Namun korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit penyerta yakni TB paru.

“Korban juga sudah mengikuti vaksin satu kali tetapi tidak bisa vaksin kedua. Hal ini karena korban memiliki penyakit penyerta serta hasil screening memang ditunda. Ketika dirumah sakit pun korban sudah dilakukan Swab PCR yang hasilnya memang positif. Dari hasil itu, sudah kami perintahkan untuk dilakukan tracing dan trecking  kepada keluarga terdekat,” kata Hartopo ketika dihubungi melalui ponselnya, Selasa (7/12/2021).

Menurutnya, kasus itu tidak menjadi persoalan karena langkah cepat juga sudah dilakukan dengan melakukan tracing dan trecking kepada keluarga terdekat korban dan hasilnya negatif. Dia juga menghimbau kepada warga Kudus yang ada diluar kota agar saat libur natal dan tahun baru tidak perlu mudik tapi cukup dengan video call bila ingin bersilaturahmi dengan keluarga.

Walaupun ada kelonggaran PPKM dalam libur nataru nantinya, dia minta agar kesadaran masyarakat akan pentingnya prokes tetap bisa dilakukan. Jangan sampai kecolongan lagi dengan meledaknya kasus Covid-19 seperti yang terjadi pada bulan Mei – Juni lalu di Kudus.

“Meski ada satu yang meninggal karena Covid-19, hal itu tidak mempengaruhi kondisi Kudus untuk naik level. Karena banyak indikator yang sudah dipenuhi oleh Kudus, seperti kasus Covid-19 yang sangat rendah bahkan nol pasien, rendahnya BOR rumah sakit serta target vaksinasi bagi warga Kudus yang sudah kita lakukan secara gencar khususnya bagi lansia bahkan hingga door to door,” katanya. (RK)    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar