13 Orang Tanpa Ikatan Pernikahan Terjaring Razia Tim Gabungan

KBRN, Magelang : Tim gabungan  Satpol PP Kota Magelang, Polres Magelang Kota, Kodim 0705/Magelang, dan Subdenpom IV/2-1 Magelang melakukan razia terhadap sejumlah rumah kos di tiga kelurahan. Yakni, Kelurahan Tidar Selatan, Tidar Utara Kecamatan Magelang Selatan,  dan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah.

Pada razia   yang dimulai Kamis (27/1/2022) sekitar pukul 06.00 WIB tersebut berhasil mengamankan 13 orang  baik laki-laki maupun perempuan yang kedapatan dalam satu kamar tanpa ikatan pernikahan.

Bahkan, dari salah satu rumah kos yang ada di Kelurahan Tidar Selatan  tersebut, petugas mendapatkan tiga orang yang terdiri atas satu orang laki-laki  yang berada dalam satu kamar dengan dua orang perempuan.

Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih  Indri Pranggana mengatakan, razia tersebut dilakukan dalam rangka penegakan Perda Nomor  6 tahun 2015 tentang ketertiban umum.

“Razia ini dilakukan dalam rangka penegakan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang ketertiban umum, khususnya berkaitan dengan tertib lingkungan masyarakat,” kata Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana kepada usai razia, Kamis (27/1/2022).

Singgih mengatakan, selain menegakkan perda, pihaknya melakukan  kegiatan razia terhadap penyakit masyarakat tersebut, untuk merespons laporan dari masyarakat.

Selain itu, dalam rangka  melayani masyarakat supaya kenyamanan masyarakat tetap tercipta, utamanya berhubungan dengan dinamika kehidupan kos-kosan.

Pihaknya merasa prihatin dalam razia yang dilakukan tersebut masih ditemukan pasangan yang tidak resmi dan ditemukan dalam satu kamar di rumah kos.

Menurutnya, pihaknya akan terus melakukan razia tersebut secara acak baik waktu pelaksananaannya atau harinya.

Singgih  juga berharap, pemilik rumah kos tidak hanya mengedepankan bisnis saja, melainkan juga tertib administrasi. Yakni, meminta data identitas yang kos dan menanaati etika yang ada.

“Kami berharap pemilik kos jangan hanya mengedepankan bisnis, ada tanggung jawab sosial. Tanggung jawab sosial itu artinya bagaimana supada ada etika bertamu, kemudian identitas penghuni juga dilaporkan tidak hanya asal menerima orang,” tuturnya.

Ke-13 orang yang terdiri atas  empat pasangan tidak resmi, seorang waria beserta laki-laki dan seorang laki-laki beserta dua perempuan tersebut kemudian digiring ke Kantor Satpol PP Kota Magelang untuk dilakukan pembinaan. Setelah mendapatkan pembinaan dan menandatangi surat pernyataan tidak akan mengulangi kembali, mereka diperbolehkan pulang.

“Namun, bila di kemudian hari masih melakukan tindakan serupa, akan kami tindak secara tegas dan akan dikenakan sanksi  berupa tindak pidana ringan  (tipiring),” tegasnya. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar