Atasi Banjir Rob, Pemkab Demak Tanam 5.000 Bibit Mangrove

KBRN, Demak : Pemkab Demak berkomitmen mencegah dampak abrasi yang melanda beberapa kecamatan, mulai Sayung hingg Wedung. Upaya keras Pemerintah, di antaranya berkolaborasi melalui sejumlah OPD terkait. 

Salah satunya penanaman bibit pohon mangrove di dua wilayah terparah, yakni Desa Bedono dan Desa Timbulsloko. Total Pemkab Demak menanam sejumlah 5.000 bibit mangrove pada Jumat (13/5/2022) dan Sabtu (15/5/2022). 

Sejumlah pejabat Pemkab dan Kepala OPD berpartisipasi, di antaranya Wakil Bupati Demak KH Ali Makhsun, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru), Dinas Kelautan dan Perikanan dan lainnya. 

Wakil Bupati Demak Ali Makhsun menyebut, penanganan rob pesisir utara Demak membutuhkan mitigasi berbasis kolaborasi, terutama jika proyek tol Semarang-Demak rampung. 

"Ekonomi para nelayan, UMKM terdampak, secepatnya kolaborasi antar OPD segera tuntas," sebutnya, Jumat (13/5/2022). 

Kepala Dinputaru Demak Akhmad Sugiharto menambahkan, wilayah Demak terparah diterjang abrasi jumlahnya sekarang ada 11 kecamatan. Oleh karena itu, kata dia,  keberhasilan program ini akan jadi pilot project penanganan banjir rob di kecamatan lain. 

"Ini merupakan replika, saat ini baru kecamatan Sayung. Setelah ini kembali reboisasi di Karangtengah, Bonang, Wedung. Terparah dampak abrasi menerjang Morodemak," katanya. 

Menurutnya, pengembangan ekosistem pesisir mengutamakan kolaborasi di pilih lantaran kendala setelah rampungnya proyek tol sekaligus tanggung laut yakni pemberdayaan masyarakat. 

"Pembangunan jalan biasanya tidak di dukung mitigasi dampak lingkungan. Campur tangan Pemkab sampai ke desa, apalagi mata pencaharian masyarakat nelayan maupun UKM," terangnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar