Air Berkah Waisak Disakralkan dan Disemayamkan di Candi Mendut

KBRN, Magelang : Air suci Waisak yang diambil dari sumber Umbul Jumprit, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo  Kabupaten Temanngung  pada Minggu (15/5/2022) pagi langsung dibawa menuju Candi Mendut, Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 70 kilometer dan menempuh wakut sekitar 1,5 jam, air berkah tersebut tiba di pelataran Candi Mendut, sekitar pukul 13.25 WIB.

Setibanya di Candi Mendut, air berkah tersebut langsung disakralkan  secara bergantian dengan doa-doa dan paritta-paritta oleh sejumlah dewan sangha.

Sebelum disemayamkan dan didampingkan dengan api dharma yang lebih dulu tiba, air suci yang dimasukkan ke dalam kendi tersebut dibawa oleh sejumlah bhikkhu dengan berpradaksina (berjalan mengelilingi candi searah jarum jam) sebanyak tiga kali.

Ketua Umum Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia, Bhikkhu Dhammavuddho mengatakan, air berkah yang diambil dari Umbul Jumprit tersebut melambangkan ketenangan. “Dalam batin kita ada  kekotoran batin yang terdiri atas loba, keserakahan , kebencian dan kebodohan batin. Air melambangkan ketenangan, batin kita tidak bisa tenang, bila ada kekotoran batin,” katanya.

Selain itu, air juga bersifat menyejukkan dan juga air melambangkan kekalemna. Sehingga, api dan air selalu digunakan umat Buddha dalam rangkaian Waisak.

Ia menambahkan, api dharma dan air berkah Waisak yang disemayamkan di Candi Mendut tersebut, nantinya akan dibawa ke Candi Borobudur.

“Sesampainya di Candi Borobudur, air berkah dari Umbul Jumprit akan digunakan untuk pemercikan air suci semua umat yang hadir,” ujarnya.

Koordinator Panitia Waisak 2566 BE, Tanto Soegito Harsono mengatakan, dengan disemayamkannya air berkah dari Umbul Jumprit di Candi Mendut, sehingga sudah lengkap. Karena, sebelumnya api dharma sudah lebih dulu disemayamkan di candi yang berjarak sekitar 3 kilometer di sisi timur Candi Borobudur itu. Dyas

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar