Kesbangpol Ingatkan Ormas Jauhi Radikalisme dan Jaga Toleransi

KBRN, Semarang : Organisasi masyarakat (ormas) ada yang disusupi oknum yang mengusung gerakan radikalisme. Badan Kesbangpol Jateng sebagai pembina organiasi mengingatkan agar ormas menjaga toleransi, sekaligus menjauhi segala bentuk radikalisme maupun terorisme. 

Demikian diungkapkan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, melalui Kepala Bidang Ketahanan Bangsa, Pradana Agung Nugraha saat menghadiri pelantikan pengurus  lima sayap organisasi atau Alat Kelengkapan Organisasi (AKO) dibawah naungan Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-qur'an (Badko LPQ) Kota Semarang yang digelar di aula Cenderawasih, Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, baru-baru ini. 

"Kami sudah punya petanya, setiap kota ada orangnya. Jagalah kerukunan, jaga toleransi, jauhi radikalisme dan terorisme," ungkap Pradana. Masyarakat diminta membantu menginformasikan ke Kesbangpol, manakala ada gerakan-gerakan radikalisme.

"Itu harus menjadi perhatian bersama. TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an-red) atau pengajian yang arahnya tak sesuai Pancasila, mohon dilaporkan ke kami," tegasnya. 

Kelima AKO yang dikukuhkan itu adalah Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Pusat Penjamin Mutu (PPM), Badan Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Al-Qur'an (BP3Q), dan Unit Pemberdayaan Ekonomi Badko (UBED).

Disela-sela kegiatan itu juga digelar seminar kebangsaan yang menghadirkan Ketua DPP LBH Rumah Pejuang Keadilan Indonesia (Rupadi) Sumanto MH. Dalam kesempatan itu, Sumanto mengajak generasi muda menjadi agen perubahab bangsa. Mereka diminta tidak melupakan sejarah berdirinya Pancasila yang dirancang para pendahulu. 

"Kalau ada yang mau mengubah Pancasila jadi trisila atau eka sila. Ini sudah menghianati pendahulu," ungkapnya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar