Pembangunan Gedung SRG di Grobogan Mangkrak

KBRN, Grobogan : Pembangunan gedung Sistem Resi Gudang (SRG) wilayah tengah Kabupaten Grobogan tak menemui kabar yang memuaskan. Padahal rencana sudah dimulai sejak 2020 lalu. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan Pradana Setiawan mengatakan, Detail Engineering Design (DED) dan lokasi sudah disiapkan.

Anggaran Rp 50 miliar juga sudah disiapkan. Namun, lanjutnya, datangnya pandemi Covid-19 pada 2020 lalu memuat semua rencana ambyar. Pembicaraan dengan pemerintah pusat terkait rencana SRG pun mandek. Hingga kini, belum ada lagi komunikasi kelanjutan pembangunan SRG.

“Anggarannya Rp 50 miliar dengan dibiayai APBN. Ketika itu sudah siap semuanya, tetapi kemudian ada pandemi, tidak ada lagi pembicanaan hingga kini,” kata pria yang akrab disapa Danis itu, Sabtu (21/5/2022).

Sebelumnya, wilayah timur Grobogan sudah dibangun SRG, yakni, di kecamatan Wirosari. Disperindag sendiri merencanakan untuk wilayah tengah di Purwodadi dan barat di Kecamatan Gubug

. “Dengan satu SRG di Wirosari yang notabene di wilayah timur saja sudah bisa membuat petani untung lumayan. Apalagi kalau ada di wilayah tengah dan barat. Keuntungan petani, kami harapkan lebih baik lagi,” tambah dia. Dengan memiliki tiga SRG, maka daya tawar para petani di Grobogan terhadap tengkulak bisa lebih tinggi. Sebab, para petani dapat ikut menentukan harga pasar yang selama ini dimonopoli tengkulak.

Untuk diketahui, SRG merupakan skema penitipan gabah di gudang milik Pemkab Grobogan dengan penggantian resi dalam waktu tertentu. Resi ini bisa digadaikan di Bank Jateng, bank yang dikerjasamakan dalam program tersebut. SRG Grobogan mendapat penghargaan top 45 pelayanan publik pemerintah pusat pada 2020.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar