Ribuan Warga Hadiri Haul Akbar Sunan Abinawa di Desa Pekuncen Kendal

KBRN, Kendal : Haul Akbar Sunan Abinawa di Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon kembali digelar untuk umum, Kamis (11/8/2022). Ribuan warga berdesakan memenuhi masjid dan area Makam Sunan Abinawa. Kegiatan Haul ini diisi dengan tahlil dan doa bersama, yang dilanjutkan dengan mendengarkan ceramah agama. 

 

Haul ini untuk mendoakan Sunan Abinawa, seorang tokoh ulama yang pertama kali menyebarkan agama Islam di Kabupaten Kendal. Sebagai wujud rasa terima kasih atas jasanya yang sangat besar dalam menyebarkan agama Islam dan membangun Kabupaten Kendal, maka ribuan warga menghadiri Haul, yang datang silih berganti mulai pagi hingga malam hari.

 

Ada satu peninggalan Sunan Abinawa yang sampai saat ini masih ada, berupa sumur yang berbentuk gentong. Keistimewaan sumur tersebut, tidak pernah kering. Air tersebut memiliki rasa yang segar seperti air zam-zam yang bisa langsung diminum.

 

Jumadi, penjaga sumur mengatakan, tempat air yang diberi nama Nyai Kong ini setiap hari banyak peziarah yang mengambil untuk diminum langsung atau dibawa pulang dengan botol. Khasiat air tersebut dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Ada juga yang digunakan untuk menyiram tanaman supaya subur dan hasil panen melimpah. "Istimewanya air ini rasanya seperti air zam-zam, khasiatnya untuk menyembuhkan berbagai penyakit, ada kakinya sakit, ada yang sakit lambung, sakit kepala dan lainnya," katanya. 

 

Syaiful, anggota Banser setempat mengatakan, ia hanya bertugas menjaga tempat air Nyai Kong, khusus pada acara Haul, supaya peziarah yang akan mengambil air tidak berebut. "Yang datang ramai terus, mulai pagi sampai malam hingga dini hari, maka kami dari Banser membantu keamanan, juga menjaga tempat ini, karena jamaah setelah berziarah banyak yang mengambil air, " jelasnya. 

 

Siti Fatimah mengaku, setiap kali berziarah di Makam Sunan Abinawa ini, selalu menyempatkan untuk mengambil air. Katanya, ia merasa segar dan lebih sehat setelah minum air tersebut. "Airnya enak, segar, sehat," ujarnya. 

 

Peziarah bebas mengambil air tersebut kapan saja, karena selalu dibuka selama 24 jam.

Foto :

1. Para peziarah di Makam Sunan Abinawa

2. Peziarah mengambil air di sumur peninggalan Sunan Abinawa

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar