Bulan Imunisasi Nasional Digelar Agustus Mendatang

KBRN, Kudus : Setelah program imunisasi nasional sempat tertahan dua tahun, maka tahun ini bakal digelar kembali. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus sudah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang rencana pelaksanaan pada Agustus mendatang.

Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Darsono, menjelaskan sasarannya anak usia sembilan bulan hingga 59 bulan atau lima tahun.

Adapun jenis imunisasinya yakni Measles Rubella (MR) dan kelanjutan diantaranya imunisasi OPV, IPV, DPT-HB-Hib. Ia menambahkan, tujuannya anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap. Karena, sudah dua tahun vakum, kalau tidak dilanjutkan saat ini dampak yang ditimbulkan cukup besar, dikhawatirkan terjadi kejadian luar biasa (KLB) difteri, tetanus dan lainnya.

”Pemerintah pusat akan melaksanakan bulan imunasi anak nasional (BIAN), jadi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lanjutan tahun ini diharapkan bisa diimunisasi. Dan, saat ini proses pendataan untuk sasaran yang diimunisasi,” jelasnya, Rabu (18/5/2022).

Ia mengaku, saat pandemi terfokus pada vaksinasi Covid-19 sehingga vaksinasi untuk balita banyak yang mengalami kekosongan. Namun, untuk saat ini ketersediaan vaksinya sudah c ukup, kecuali Hb0 untuk bayi yang baru lahir mengalami kekosongan.

Rincian stok vaksin MR sebanyak 1.240, IPV sebanyak 705, Td sebanyak 827, BCG sebanyak 836 dan vaksin pentagio (DPT-HB-Hib) sebanyak 3.965. Darsono mengatakan, kendala saat ini pembiayaan untuk sosialisasi program BIAN belum ada.

”Kami sudah usulkan dari sekarang, mudah-mudahan bisa. Karena butuh sosialisasi ke masyarakat dan edukasi kalau anaknya yang belum mendapatkan imunisasi lengkap dan pentingnya imunisasi perlu digalakkan lagi,” terangnya.

Ia menyampaikan, imunisasi terkadang ada masyarakat yang tidak mau. Apalagi, tahun lalu sudah berusaha mengimunisasikan anaknya ternyata kosong, sehingga para orang tua tidak semangat lagi untuk imunisasi anaknya.

”Ini butuh sosialisasi sehingga masyarakat mulai semangat dan percaya lagi kalau vaksinnya sudah ada. Bahkan, program dari pemerintah sehingga kebutuhan vaksin disuplay dari pusat,” imbuhnya. (RK)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar