FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Universitas Pekalongan Terjunkan 426 Mahasiswa KKN Tematik

KBRN, Pekalongan : Sebanyak 426 mahasiwa Universitas Pekalongan (Unikal) mengikuti KKN Tematik Transformasi Keluarga Sebagai Pilar Kemandirian Desa, Bina Keluarga Bina Desa. Periode I Tahun Akademik 2021/2022 di Gedung F Lantai XIII Universitas Pekalongan, Selasa (7/12/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unikal, Suryani SH MHum mengungkapkan, kondisi saat ini mahasiswa menjalankan Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKNDR) dikondisi terjadinya berbagai bencana alam, terutama banjir di Kota Pekalongan dan yang lain, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa KKN yang berada diwilayah bencana.

“Menjadi kewajiban tersendiri bagi mahasiswa yang menjalankan KKN di wilayah terdampak bencana, itu berarti tugas mereka fokus keberbagai kegiatan sosial, misalnya membantu di dapur umum, memberikan suport bagi masyarakat di tempat pengungsian atau yang lain,”terang Suryani. 

Dengan mengangkat tema Transformasi Keluarga Sebagai Pilar Kemandirian Desa, Bina Keluarga Bina Desa ini menekankan kemandirian mahasiswa untuk berperan dalam lingkungannya utamanya keluarga sebagai pilar atau organisasi terkecil dalam lingkup pemerintahan. Patut diperhatikan pada penyelenggaraan KKN tematik tahun ini ialah masih adanya bencana alam dan pandemi disejumlah Kabupaten/ Kota.

Untuk itu, pihaknya senantiasa menimbau peserta KKN untuk mematuhi protokol kesehatan. “Protokol kesehatan wajib dipatuhi segenap peserta KKN, dan mereka juga punya tanggung jawab untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat, KKN DR ini terdapat dampak positif dam negatifnya," ungkapnya. Menurut Suryani positifnya para mahasiswa dapat lebih mandiri dan berperan aktif di lingkungannya, sedangkan dampak negatifnya dari sisi kontrol aktivitas mahasiswa hanya dapat melalui daring.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unikal, Dr Mahirun SE MSi menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti KKN tahun ini didominasi Perempuan yaitu 60 Persen, dan laki-laki 40 persen dari Jumlah 426 peserta dari berbagai Fakultas dan Prodi dan berbagai Penjuru daerah seperti Boyolali, Banjarnegara, dan luar Jawa seperti Kalimantan.

“Kami menginginkan ada nilai-nilai keluarga yang terakulturasi, ada pembahuran nilai nilai tersebut didalam keluarga yang membentuk dan membaur kemasyarakat yang akhirnya menjadi pilar membentuk keluarga mandirin karena desa mandiri ini berawal dari terbentuknya keluarga mandiri,”terang Mahirun.

Ketua LPPM menambahkan kendala yang dialami pada KKN DR tahun ini diantaranya, kondisi masih dalam pandemi Covid-19, apalagi masih ada update virus yang berkembang terus, kendala lainya juga keterbatasan ruang gerak mahasiswa karena masih dibatasi dengan prokes-prokes yang sampai saat ini harus terus ditaati.(Miftachudin- Pekalongan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar