Dies Natalis ke 41, UPGRIS Gelar Wibinar Nasional Seri-1

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, MHum

KBRN, Semarang: Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema "Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Sebagai Generasi Unggul" seri 1, yang merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke- 41. Webinar nasional itu digelar secara daring yang dipusatkan di Ruang Seminar, Gd pusat lantai 2 UPGRIS, Jumat, (24/6/2022).

Webinar Nasioanal seri 1 ini, menghadirkan narasumber Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramesti dan Ketua PGRI Prov Jateng Dr Muhdi MHum.

Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati MHum dalam sambutannya menyampaikan, webinar dengan tema mewujudkan profil pelajar Pancasila sebagai generasi unggul ini sesuai dengan komitmen Universitas PGRI Semarang untuk terus berkontribusi dalam memajukan pendidikan.

“Melalui pendidikan berkualitas terlebih lagi harapan mencetak generasi unggul berprofil pelajar Pancasila pelajar sepanjang Hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Negara Indonesia saat ini memiliki lebih dari 84,4 juta anak berumur dibawah 18 tahun, lanjutnya, anak-anak ini diharapkan akan menjadi generasi unggul untuk Indonesia emas di tahun 2045. Untuk mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045, penyiapan harus dilakukan sejak sekarang.

“Generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak, Mandiri, bergotong-royong, berkebhinekaan Global, kritis dan kreatif inilah yang diharapkan akan menjadi identitas atau kepribadian pelajar Indonesia,” tegasnya.

Dalam paparannya, Muhdi mengatakan Negara Indonesia diperediksi menjadi negara  pada 2045 menjadi negara terbesar kelima dunia. Dari prediksi itu, tentunya ada yang harus dipersiapkan untuk menuju Indonesia emas.

“Kata kuncinya ada pada bagaimana kita mampu menyiapkan generasi yang unggul. Kita harus memastikan semuanya bisa mendidik dengan baik. Generasi terbaik inilah nanti yang akan kita jadikan generasi emas, yang mampu membawa bangsa ini menjadi negara yang maju,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan generasi unggul, tambah Muhdi, anak-anak harus memiliki kecerdasan komperhensif meliputi kecerdasan intelektual, emosional bahkan spiritual.

“Pendidikan kita tidak boleh lagi hanya membangga-banggakan kecerdasan intelektual berupa kecerdasan emosional atau nanti intelektual dan emosional lupa spiritualnya. Intinya  harus ada keterpaduan antara tiga itu,” ungkapnya.  

Sementara itu, Wibinar Nasional yang digelar secara daring ini diikuti 1900 peserta dari unsur pengawas sekolah, Guru, Kepala Sekolah, Dosen, Pemerhati Pendidikan, Perangkat Desa, Mahasiswa dan Pelajar dari seluruh wilayah di Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar