UPGRIS Launching Program h-CFTM di SMPN 14 Semarang

Penandatanganan MoU antara UPGRIS dengan SMPN 14 Semarang dalam penerapan h-CFTM
foto kegiatanan soft launcing h-CFTM

KBRN, Semarang: Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan SMP Negeri 14 Semarang, dengan  penerapan hybrid – Child Friendly Teaching Model (h-CFTM) dalam pembelajaran ramah anak. Penerapan h-CFTM itu sebagai wujud Pengabdian Kepada Masrakat (PKM) UPGRIS yang didanai hibah dari DRTM Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI).

Ketua Tim PKM UPGRIS, Dr Senowarsito MPd mengatakan, program h-CFTM ini akan diselenggarakan dalan tiga tahap sosialisasi, penerapan dan pendampingan.

“Program yang didanai oleh DRTM ini akan kami selenggarakan dalam tiga tahap.  Pertama, sosialisasi penyamanan persepsi. Kemudian untuk komitmen bersama,  harus kita bangun dulu dan kemudian nanti kita lanjutkan untuk workshop untuk penerapan pembelajaran berbasis ramah anak,” katanya kepada awak media, Selasa (27/6/2022) pagi.

Program h-CFTM ini, lanjutnya, akan dikaitkan dengan Merdeka belajar. Sedangkan untuk waktu pelaksanaannya pada nanti hari ini, kemudian nanti tanggal 7 Juli 2022 workshop penerapan setelah itu pendampingan.

“Dari pendampingan itu bisa secara langsung, nanti kita kunjungan ke sini  kemudian nanti kita bimbing secara daring. Merdeka belajar gitu intinya adalah pendidikan ramah anak karena memberikan kebebasan anak itu untuk belajar di mana saja,” tuturnya.

“Kemudian memberikan kebebasan anak itu untuk bisa mencari ilmu dari mana saja.  Sekolah ramah anak adalah bagaimana membuat anak itu nyaman di dalam belajar,  merasa senang. Karena itu harus kita bangun dan bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Pada Kesempatan yang sama, Kabid Pembinaan SMP Diknas Kota Semarang, Erwan Rahmat mengungkapkan pihaknya terus mendorong sekolah untuk melaksanakan sekolah ramah terhadap anak.

“Sekolah ramah anak ini adalah bagian yang sangat penting di dalam pelaksanaan pembelajaran yang ada di sekolah. Pembelajaran ramah anak itu dapat  membentuk sikap, perilaku dan keterampilan yang berbudi pekerti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 14 Semarang, Mohamad Hasan Budisulistyo merasa bersyukur sekolahnya dipercaya sebagai tempat pengabdian masyarakat UPGRIS. Pihaknya akan menyiapkan segala sesuatunya untuk mendukung penerapan h-CRTM dari UPPGRIS ini.

“Nanti tentu kita akan menyiapkan segala hal dengan perangkatnya yang harus disiapkan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap program Pengabdian Kepada Masyarkat UPGRIS ini, dapat meningkatkan kompetensi para guru dan meningkatkan kualitas siswa.

“Kami mengharapkan nanti guru itu bisa berkembang lagi  dari program h-CFTM dari UPGRIS ini. Guru dalam memberikan pelayanan pendidikan dengan mengedepankan ramah anak, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekolah,” harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar