Pembelajaran Tatap Muka di Madrasah dan TPQ Ketat Prokes

KBRN, Kendal : Pendidikan keagamaan seperti madrasah dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) mulai menggeliat seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang sudah melandai. Kondisi demikian harus disikapi dengan cermat dan harus tetap berhati-hati.

Pesan ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Musta'in Ahmad saat melakukan kunjungan supervisi di TPQ Nurul Falah Kelurahan Sijeruk, Kecamatan Kendal, Rabu (22/9/2021). 

"Kami mau melihat untuk pendidikan di TPQ dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang baik," katanya.

Dia mengatakan, bagi lembaga pendidikan yang akan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka harus berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 setempat. Hal ini agar pembelajaran benar-benar dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang baik. Para pengajar atau ustaz di madrasah atau pesantren dipastikan harus sudah divaksin.

Untuk murid yang sudah berusia 12 tahun keatas diminta segera vaksinasi. "Semuanya harus hati-hati, tidak boleh sembrono, jika nanti akan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, tetap berkoordinasi dengan Satgas Covid setempat agar pembelajaran bisa dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang baik," katanya.

Musta'in mengatakan, untuk pembelajaran tatap muka di pesantren sudah boleh dilaksanakan, dengan persyaratan, santri tidak diperbolehkan keluar masuk dari kawasan pesantren. Selain itu ada pengetatan bagi keluarga yang  menjenguk.

"Semua guru atau pengajar dipastikan sudah divaksin dan para santri yang sudah berusia 12 tahun supaya disegerakan ikut vaksinasi," ujarnya.

Ketua I Forum Ukhuwah Silaturahim Pendidikan Al Quran (Fuspaq) Kabupaten Kendal, Abu Suyudi mengatakan, pembelajaran tatap muka di TPQ sudah dilakukan sejak paska Lebaran lalu, namun secara terbatas atau bergantian yang masuk setiap harinya. Hal ini karena peserta didik TPQ merupakan anak-anak usia dini, sehingga belum bisa mengikuti pembelajaran secara daring. 

"Untuk pemantauan selanjutnya, masing-masing TPQ berkoordinasi dengan pihak desa. Jika pihak desa mengizinkan ya silahkan, karena anak-anak TPQ itu secara daring itu tidak bisa, yang penting sudah berkoordinasi dengan Satgas Desa," katanya.

Di Kabupaten terdapat 680 TPQ dengan 6.000 guru atau pengajar. Dalam pemantauan pembelajaran tatap muka di TPQ, masing-masing TPQ berkoordinasi dengan Satgas setempat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00