Simulasi ANBK SD Banyak Alami Kendala

KBRN, Kudus : Simulasi assesment nasional berbasis komputer (ANBK) tingkat SD di Kudus banyak terjadi kendala. Salah satunya portal kerap error, hingga siswa harus login berkali-kali. Keluhan ini disampaikan beberapa SD, di antaranya SD Berugenjang, SD 1 Barongan dan SD 3 Demaan.

Kepala SD 1 Barongan Maskat, mengatakan, hari pertama simulasi ANBK diwarnai keluhan portal error. Dari 30 siswa utama dan lima siswa cadangan yang mengikuti ANBK sebagian besar merasakan kendala yang sama, bahkan siswa sampai mengeluh lelah karena berulang kali masuk gagal.

Seperti yang dialami Ryo Arfa Wibowo, sudah mengerjakan sampai soal keempat, tiba-tiba eror dan mau masuk lagi sudah sulit. Padahal, ia masuk kelompok sesi pertama sampai menginjak sesi kedua masih gagal terus.

”Saya sampai lelah mengulang-ulang pak. Saya coba masuk lagi, tapi gagal terus. Akhirnya, saya nyerah dan diperbolehkan guru keluar ruangan,” jelasnya, Selasa (19/10/2021)

Sementara itu, pelaksanaan digelar selama dua sesi. Maskat menjelaskan, tadi sesi pertama banyak yang mengeluhkan error. Saat mengerjakan beberapa soal, tiba-tiba siswa keluar dari sistem. Jadi siswa harus login kembali.

Hal senada juga dialami oleh para siswa yang mengikuti ANBK sesi kedua. Bahkan ada beberapa siswa yang dipertengahan waktu mengerjakan beberapa soal karena mengalami portal error secara terus menerus.

Sama halnya yang dialami SD 3 Demaan, Proktor SD tersebut Yanuar Hamda Pribadi, mengungkapkan kasus portal eror terjadi di pertama dan kedua pelaksanaan simulasi ANBK. Hari pertama dimulai Senin (18/10/2021) kemarin dan hari ini terakhir simulasi ANKB.

”Kemarin beberapa yang mengalami error. Kasusnya ada yang username tidak bisa digunakan login, ada juga yang baru mengerjakan beberapa lalu ke logout dan harus login lagi,” jelas Yanuar.

Lebih lanjut Yanuar mengungkapkan progam penilaian mutu sekolah ini digelar secara serentak di Jawa Tengah. Uji coba dilakukan mulai 18-22 Oktober 2021. Ada beberpa hal yang diujikan dalam ANBK antara lain literasi, numerik, karakter, kualitas proses belajar mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. (Roy Kusuma)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00