Langgar Prokes, Disdikbud Kendal Setop PTM di Tiga Sekolah

KBRN, Kendal : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal memberikan sanksi tegas terhadap sekolah yang melanggar protokol kesehatan. Saat ini sudah ada tiga sekolah yang mendapat sanksi, berupa pencabutan izin operasional Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Tiga sekolah itu ialah SD Kecamatan Patebon, SD Kecamatan Gemuh, dan satu TK di Kecamatan Boja.

Kepala Disdikbud Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, sanksi tegas atas pencabutan izin operasional PTM terbatas, agar bisa dijadikan pembelajaran bagi sekolah lain. Mereka diharapkan tidak lagi meremehkan pandemi Covid-19 dan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Pencabutan izin operasional PTM terbatas dua sekolahan, TK di Kecamatan Boja dan SD di Kecamatan Gemuh dilakukan pada Sabtu lalu. Sehari sebelumnya, satu SD di Kecamatan Patebon yang dicabut izin operasional pelaksanaan PTM terbatas pada Jumat (15/10/2021).

"Dasar pencabutan itu karena adanya temuan siswa yang mengikuti PTM tidak memakai masker dengan benar. Tak hanya itu, sebagian siswa juga melepas maskernya di dalam ruang kelas, saat mengikuti pembelajaran bersama guru," katanya, Rabu (20/10/2021).

Wahyu menjelaskan, temuan itu berawal dari laporan masyarakat yang memberitahu Tim Pemantau Prokes Disdikbud, terkait adanya sekolah yang menjalankan PTM terbatas tidak sesuai SOP. Kemudian tim melakukan tindak lanjut untuk memastikan adanya pelanggaran prokes saat pelaksanaan PTM terbatas tersebut. 

"Atas temuan terjadinya pelanggaran prokes di sekolahan itu, kami menyampaikannya kepada Bupati Kendal dan turun instruksi untuk melakukan pencabutan izin PTM sekolah. Kami juga memerintahkan Pengawas Sekolah Koordinator Wilayah untuk melakukan pembinaan kepada kepala sekolah dan semua tenaga kependidikan sekolah tersebut," ujarnya. 

Bupati Kendal Dico M Ganinduto sudah berkali-kali mengingatkan, agar pihak sekolah tidak lengah terhadap protokol kesehatan, terutama kepada para siswa. Bahkan, tidak hanya patuh menerapkan protokol kesehatan ketika berada di sekolah, tetapi ketika di luar sekolah pun harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini supaya PTM bisa berjalan dengan lancar.

"Protokol kesehatan tidak boleh loyo, jangan sampai cuma di awal-awal saja, harus terus konsisten, agar apa yang kita harapkan, pembelajaran tatap muka bisa terus berlanjut," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00