Kader Adiwiyata SMPN 14 Pekalongan Kampanyekan Cinta Lingkungan

Kader Adiwiyata SMP N 14 Kampanyekan Cinta Lingkungan (25/6)
Kader Adiwiyata / Miftachudin - RRI Semarang (25/6)

KBRN, Pekalongan : SMPN 14 Pekalongan bakal menuju ke sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Berbagai hal dilakukan termasuk melakukan kampanye peduli lingkungan. Ditengah hari libur, 100 siswa yang menjadi Kader Adiwiyata di SMPN 14 Pekalongan membentangkan spanduk berisi narasi peduli lingkungan kepada masyarakat di sekitar sekolah, memproduksi dan mengemas kompos kering, serta bersih-bersih taman sekolah, Sabtu (25/6/2022).

Ketua Tim Adiwiyata SMPN 14 Pekalongan. Ratmojo SPd mengungkapkan, kegiatan adiwiyata ini bagian dari program Tim Adiwiyata SMPN 14 Pekalongan. Di mana, untuk program ini didalamnya ada kader adiwiyata sejumlah 100 siswa yang dibagi menjadi 3 kelompok. "Kelompok tersebut yakni kelompok sapu bersih, kelompok hijau, dan kelompok recycle terkait dengan program kebersihan, penghijauan, dan pengolahan sampah," terangnya.

Pihaknya baru melakukan kampanye ke masyarakat sekitar untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, pengolahan sampah, dan pemilihan sampah. Selain itu, untuk menginformasikan ke masyarakat kalau SMPN 14 Pekalongan memiliki bank sampah masyarakat bisa memanfaatkannya untuk menjual sampahnya ke bank sampah. 

"Tim Adiwiyata telah mengawali program ini dengan menyusun PBLHS (Peduli Budaya Lingkungan Hidup Sekolah) yang disusun 4 tahun sekali yakni 2018-2021 dan ini 2022-2025. Kami melibatkan seluruh warga sekolah dan sekitar sekolah dapat mendukung program ini," beber Ratmojo.

Menurut dia, penekanannya adalah memberi edukasi ke para siswa agar cinta lingkungan, dan memahami pentingnya kebersihan, penghijauan, hemat air dan listrik sehingga dampaknya SMPN 14 mendapat predikat sekolah adiwiyata. 

"Program penghijauan sudah digalakkan sejak tahun 2017 ketika SMPN 14 maju menjadi sekolah adiwiyata tingkat kota, capaian penghijauan sudah 80%. Kemudian untuk program pengurangan sampah kami awali dengan membiasakan para siswa untuk membawa minum menggunakan gelas, di kelas kami sediakan air galon dan gelas. Ini untuk mengurangi sampah plastik. Selain itu juga disediakan piring, jadi ketika anak jajan di kantin bisa membawa piring masing-masing," paparnya.

Terkait pemanfaatan sampah organik SMPN 14 sudah memiliki alah cacah sampah organik untuk membuat kompos padat. Tahun depan kami tidak akan meminta kompos ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sebaliknya kami akan menjual kompos padat ke DLH. "Mudah-mudahan dapat memberi edukasi ke masyarakat, anak-anak juga ke depannya dapat memiliki kesadaran untuk merawat dan menjaga lingkungan. Mudah-mudahan Juli masuk menjadi Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional," pungkas Ratmojo.(Miftachudin - Pekalongan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar