Dalam Tempo Satu Jam, Terjadi Tiga Tanah Longsor

KBRN, Kudus : Musibah tanah longsor kembali lagi terjadi di wilayah lereng Muria. Dalam tempo satu jam, terjadi tiga kali kejadian tanah longsor di tiga titik yang berbeda, Kamis (27/1/2022). Longsor pertama terjadi pada pukul 4.00 WIB di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog.

Kemudian tanah longsor kedua pada pukul 4.30 WIB di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe. Kejadian tanah longsor ketiga terjadi pada pukul 5.00 WIB di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog.

Menurut keterangan Kepala Harian BPBD Kudus, Budi Waluyo, kejadian tanah longsor ini dipicu hujan deras pada Rabu (26/1/2022) malam di lereng Muria.

“Tanah longsor yang pertama terjadi pada pukul 04.00 WIB pagi di Desa Rahtawu Kecamatan Gebog. Semalam pada pukul 23.00 Wib memang terjadi hujan deras yang mengakibatkan tebing disamping SD 2 Rahtawu longsor. Talud tebing dengan panjang 8 meter dan lebar 2 meter mengalami longsor. Kerugian sekitar Rp 10 juta,” terang Budi Waluyo, Kamis (27/1/2022).

Lalu longsor kedua imbuh dia, terjadi pada pukul 04.30 WIB di Dukuh Pendem, Desa Ternadi, Kecamatan Dawe. Talud senderan disamping rumah Sukri (45) mengalami longsor dengan panjang 4 meter dan lebar 5 meter. Kerugian juga mencapai Rp 10 juta.

Dan longsor ketiga terjadi pukul 5.00 WIB terjadi di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog. Akibatnya material longsoran menutup akses jalan dikampung itu.

Menurut Budi Waluyo, dalam kejadian tanah longsor di tiga titik tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka. Pihaknya sudah mengirimkan tim relawan yang dibantu oleh masing – masing warga dilokasi musibah bersama unsur TNI/Polri dan pemerintah kecamatan serta pemdes setempat melakukan kerja bakti. 

“Tetap waspada bagi masyarakat yang berada diwilayah rawan longsor, apalagi saat ini lereng Muria hampir setiap malam diguyur hujan deras,” jelasnya. (RK)        

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar