Kopdar Komunitas, Truk Oleng Berujung Kecelakaan

KBRN, Batang : Komunitas Tim Sodreks Batang Selatan (TSBS) menggelar kopi darat (kopdar) untuk menjalin silaturahmi. Namun, kegiatan tersebut ternyata berujung kecelakaan pada sejumlah penonton.

Dalam keterangannya di hadapan rekan media, Kapolres Batang AKBP M Irwan Susanto mengemukakan, sebelumnya tanpa mematuhi ketentuan yang berlaku, seorang pengemudi truk melakukan atraksi di jalan raya Desa Kedungmalang, Kecamatan Wonotunggal, Minggu (17/10/2021) pukul 16.00 WIB.

“Kejadian ini berawal dari sebuah komunitas bernama “Tim Sodreks Batang Selatan" , yang berasal dari berbagai wilayah untuk melakukan kopdar. Namun berdasarkan hasil penyidikan Satlantas Polres Batang, diduga komunitas tersebut tidak berbadan hukum dan kegiatannya pun melanggar dari aturan-aturan yang berlaku,” bebernya saat menggelar konferensi pers, di halaman Satlantas Polres Batang, Kamis (21/10/2021).

Setelah menyimak video truk oleng yang diviralkan oleh komunitas CCTV itu, tentu merupakan contoh tidak terpuji bagi pengendara maupun masyarakat.

“Peristiwa tersebut terjadi karena tidakan dari pelaku FMA yang masih di bawah umur yakni 15 tahun. Truk bernomor Polisi H 1389 HJ itu merupakan milik dari orang tua pelaku, yang diambil tanpa seizinnya,” ungkapnya.

Demi menuruti keinginannya untuk mengikuti kopdar itu, pelaku yang saat ini masih berstatus pelajar itu, ia mengemudikan truk dari Kabupaten Demak menuju Kabupaten Batang.

“Kegiatan itu sebelumnya sudah diketahui oleh Polsek Wonotunggal, namun tidak mengizinkan digelarnya kegiatan-kegiatan yang diluar ketentuan hukum tindak pidana. Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan tindak pidana yang dilakukan oleh anak dibawah umur, dengan menggelar kegiatan yang melanggar hukum di atas jalan raya,” tegasnya.

Ia menerangkan, dari tindakan pelaku mengakibatkan tiga korban terluka karena terkena hempasan badan truk yang oleng.

“Saat ini Polres Batang sedang melakukan pemeriksaan, untuk mencari bukti-bukti lain. Peristiwa truk oleng itu terdiri dari tiga rangkaian dan truk terakhirlah yang menyerempet ketiga korban di tepi jalan,” ungkapnya.

Barang bukti yakni satu unit truk, satu STNK, satu unit sepeda motor milik korban. Pasal yang dikenakan menggunakan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kami terapkan pasal 310 ayat 2 dan pasal 311 ayat 3, yang mengatur bahwa setiap orang yang melanggar hukum, kemudian tidak mengedepankan asas-asas kehati-hatian di jalan raya, lalu mengakibatkan orang luka ringan, berat atau menahun,” bebernya.

Penanganan yang dilakukan yakni secara khusus karena pelaku masih di bawah umur, dengan penerapan pasal tersebut.

“Kami mengedepankan asas-asas kemanusiaan, tidak menghilangkan ruang mediasi kedua belah pihak. Insyaallah komunitas tersebut atas keinginan sendiri akan membubarkan diri dan bersedia bekerja sama dengan petugas, untuk menciptakan Kamtibmas di Kabupaten Batang,” tandasnya.

Terkait panitia penyelenggara kopdar, saat ini petugas sedang melakukan pemanggilan dengan mengedepankan kemanusiaan.

Saat dimintai keterangan, pelaku FMA mengaku keinginan berangkat menuju Kabupaten Batang hanya untuk berkumpul dengan komunitas TSBS saja. (MC Batang Jateng/Heri)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00