Scramble Solusi Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Indonesia adalah negara yang terpengaruh dampak pandemi Covid- 19 selama 3 tahun terakhir. Pemerintah berupaya mengambil kebijakan dengan pemerataan vaksinasi sampai dosis 3 (booster).  Vaksinasi sebagai salah satu syarat diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sesuai dengan SKB 4 menteri yang berlaku per tanggal 3 Januari 2021. PTM terbatas berlaku sampai dengan akhir semester dua pada Tahun Pelajaran 2021/2022.

Persiapan Penilaian Akhir Tahun (PAT) dan Ujian Sekolah (US) bagi siswa kelas IX SMPN 1 Jenar sudah dimulai dari bulan Februari 2022. Dengan membahas materi dan soal sesuai kisi-kisi ujian diharapkan hasil nilai siswa diatas Kriteria Ketuntasan Maksimal (KKM). Berdasarkan pengalaman mengajar pada tahun sebelumnya pada mata pelajaran IPA kelas IX KD 3.2 Perkembangbiakan Pada Tumbuhan dan Hewan, nilai ujian yang diperoleh peserta didik masih rendah. Berdasarkan hasil wawancara guru dengan siswa, diperoleh bahwa kedisiplinan dalam membaca materi sangat rendah sehingga kesulitan dalam mengingat istilah-istilah asing. Untuk mengatasi hal tersebut, guru mempunyai ide membuat latihan soal ujian dengan metode Scramble.

Scramble merupakan model pembelajaran yang mengajak siswa menemukan jawaban dan menyelesaikan permasalahan yang ada dengan cara membagikan lembar soal atau lembar jawaban yang tersedia. Model pembelajaran scramble merupakan metode yang berbentuk permainan acak kata, kalimat, atau paragraf (Sohimin, 2016). Dengan metode scramble yang diterapkan, siswa yang mengalami kesulitan dalam mengingat istilah sulit akan terkurangi bebannya.   Scramble juga membuat siswa lebih kreatif dalam belajar dan berpikir.  Mempelajari materi secara lebih santai dan tanpa tekanan karena memungkinkan para siswa belajar sambil bermain. Hal tersebut seperti diungkapakan oleh Harjasurjana dan Mulyati (2007), yang menyatakan scramble dipinjam dari bahasa inggris yang berarti perbuatan, pertarungan, perjuangan. Istilah ini digunakan untuk sejenis permainan kata, dimana permainan menyususn huruf-huruf yang telah diacak susunannya menjadi suatu kata yang tepat.

Siswa sudah diperkenalkan cara menyusun dari huruf, kata dan kalimat yang sengaja diacak dengan tehnik bermain yang menyenangkan pada materi pembelajaran. Hal ini memudahkan siswa dalam mengingat istilah sulit dengan melihat kartu jawaban yang sudah diacak dan disiapkan guru. Dengan penerapan scramble dalam latihan soal ujian, mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari jumlah jawaban benar dari seluruh soal yang memuat materi K.D 3.2. Hasil belajar adalah adalah kompetensi atau kemampuan tertentu baik kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dicapai atau dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses belajar mengajar (Kunandar, 2013). Dengan melakukan penilaian belajar, maka dapat diketahui apakah peserta didik telah menguasai kompetensi tersebut atau belum menguasainya. Selanjutnya akan dicari tindakan tertentu bagi yang belum menguasai kompetensi tersebut.

Kami selaku guru IPA kelas IX SMPN 1 Jenar sangat puas dengan hasil ujian yang diperoleh terutama pada soal KD 3.2. Inilah yang menjadi harapan guru, dimana peserta didik tidak lagi menganggap pelajaran IPA khususnya biologi sebagai mata pelajaran hafalan yang sulit tetapi menjadi mata pelajaran yang menyenangkan. Metode pembelajaran scramble ternyata dapat memotivasi dan meningkatkan hasil ujian peserta didik pada pelajaran IPA. Metode pembelajaran permainan yang menarik dan interaktif dapat diterapkan sesuai dengan materi yang diajarkan sehingga pembelajaran di kelas tidak monoton.

Oleh : Sri Rahayu SS, Guru IPA SMP Negeri 1 Jenar, Kabupaten Sragen

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar