Gandeng SPS Unair, Eri Cahyadi Ajak Bangun Kota Surabaya

KBRN, Surabaya : Jadilah pemimpin yang membahagiakan umat. Kalimat tersebut menjadi pesan penting Walikota Surabaya Eri Cahyadi saat membuka pelatihan Transformational Leadership. Acara tersebut digelar bersama Sekolah Pascasarjana (SPS) UNAIR.

Bertempat di Gedung Airlangga Sharia and Entrepreneurship Education Center (ASEEC) Tower, Eri berbicara di hadapan para pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Mulai dari dari lurah, camat, kepala bagian, kepala dinas, asisten, hingga sekretaris daerah. Dalam pidatonya, Eri mengajak para peserta pelatihan untuk gotong royong membangun kota Surabaya.

“Saya meyakini membangun sebuah kota yang maju tidak bisa dengan kemampuan satu orang saja. Gotong royong dan kehadiran pemimpin yang mampu memberi solusi bagi rakyat menjadi kunci,” imbuhnya.

Untuk itu pelatihan tersebut hadir demi meningkatkan kemampuan para pejabat struktural. Harapannya, kontrak kinerja akan tercapai dan memaksimalkan output dan outcome di lingkungan Pemerintahan Kota Surabaya.Eri pun juga menyampaikan terima kasih kepada SPS UNAIR yang telah memfasilitasi pelatihan tersebut. Ia meyakini bantuan para dosen dan profesor di SPS UNAIR akan membuat pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya semakin hebat.

Sementara itu Direktur SPS UNAIR Prof. Badri Munir Sukoco, Rabu (6/7/2022), dalam laman resmi unair.ac.id, mengungkapkan bahwa riset yang SPS UNAIR lakukan terkait strategi pemerintahan yang baik tidak akan bisa dicapai bila budaya pemimpin di lingkungan pemerintah kota tidak satu frekuensi.

Untuk itu gelaran tersebut hadir untuk memperkaya insight dan onsight dari materi yang diberikan para trainer dan coach SPS UNAIR. Sehingga pelatihan tersebut mampu mendorong peserta mengakselerasikan diri dengan semangat walikota Surabaya yaitu Surabaya naik kelas.

“Setelah acara ini semoga terwujud Surabaya yang maju, humanis, berkelanjutan, dan bergotong royong sesuai dengan visi besar Walikota Surabaya,” imbuhnya. (OA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar