Alhamdulillah, Jatim Makin Dekati Zona Aman

Gubernur Khofifah dengan data Level 1 dan 2 sudah sama-sama 19.

KBRN, Surabaya : Alhamdulillah perkembangan penanganan, pencegahan, dan pengendalian Covid-19 di Provinsi Jawa Timur semakin mendekati zona aman.

Kondisi sangat menggembirakan ini sangat menentukan untuk kegiatan masyarakat, berkaitan dengan perdagangan dan bisnis, perkantoran, pelayanan publik serta pendidikan untuk pembelajaran tatap muka (PTM).

Tentu saja tetap semangat menjalankan protokol kesehatan (Prokes), juga tetap wajib membudayakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan  mengkontrol kerumunan). Sebab jika kendor sedikit saja, maka tidak tertutup kemungkinan akan naik level dan itu sangat membahayakan.

Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, pemerintah, berbagai pihak terkait berkewajiban bersama-sama bersatu gotong royong menjaga kondisi membaik ini, menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.Hingga berhasil menembus zona hijau dan non-level.

Tetapi, guna mendukung kondisi masa transisi menuju zona aman ini, lebih baik segera membuat peraturan khusus sebagai petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petunjuk teknis (juknis), atau sejenis untuk membiasakan atau membudayakan kehidupan normal baru bersama Covid-19. 

Diketahui, berdasarkan hasil assesment situasi Covid-19 dari Kemenkes RI per 19 September 2021 yang dirilis pada tanggal 20 September 2021, sejumlah 38 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jatim  tercatat sudah keluar dari PPKM level 4 dan 3. Untuk level 1 mengalami peningkatan dari assesment tanggal 14 September 2021 dan 19 September 2021. Yang sebelumnya terdapat 10 kabupaten/kota menjadi 19 kabupaten/kota. 

Level 1 itu ialah; Kab. Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Magetan, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Batu, Kab. Kediri, Jombang, Jember, Gresik, dan Banyuwangi.

Sedangkan untuk 19 kabupaten/kota Level 2 di Jatim, ialah ; Kab. Tulungagung, Trenggalek, Probolinggo, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Blitar, Kab. Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, dan Bangkalan.

Sementara berdasarkan situasi Covid-19 di tingkat provinsi, Jatim masih menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Jawa - Bali yang  berada pada level 1. Sedangkan saat ini terdapat empat  provinsi di Jawa - Bali   berada pada level 2 dan dua  provinsi berada level 3.

Selasa (21/9/2021), di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali  menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras, sinergi, serta kolaborasi dari berbagai elemen strategis masyarakat. Tak hanya Pemprov, tetapi Forkopimda, Pemkab/Pemko, tenaga kesehatan (nakes), tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, media, seluruh relawan dan masyarakat  yang telah bersama- sama  ikut mencegah dan mengendalikan  penyebaran Covid-19 di Jatim.

Diketahui, assesment yang dilakukan Kemenkes RI tersebut berdasarkan atas hasil 6 parameter yaitu Kasus Konfirmasi, Rawat Inap RS, Kematian, Testing, Tracing dan Treatment yang dilakukan secara masif dan terukur, sehingga menghasilkan predikat memadai.Dari keenam parameter tersebut, Provinsi Jawa Timur semuanya memenuhi standar dari standart  WHO maupun Kemenkes RI. Misalnya, kasus konfirmasi Jatim berada pada level 1 dengan angka 6,38 per 100 ribu penduduk/minggu. Angka tersebut di bawah standar yang ditetapkan Kemenkes RI yaitu di bawah 20 per 100 ribu penduduk/minggu.

Rawat inap RS berada pada level 1 dengan angka 1,37 per 100 ribu penduduk/minggu di bawah standar Kemenkes RI yaitu

Tidak mudah menjaga kondisi Level 1 pada posisi mendekati zona aman terus membaik. Tetapi juga tidak sulit untuk meningkatkan semakin baik, jika semua kompak dan gotong royong sampai mencapai zona aman, kemudian tetap ikhtiar menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh warga. 

Zona aman ialah semua kegiatan masyarakat berjalan normal kembali, namun tetap Prokes dengan 3M dan 3T. Roda perekonomian bangkit bersama “Jatim Bangkit”, dan insyaAllah mampu memulihkan ekonomi nasional.

Ditulis : Redaktur Senior Joko Tetuko

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00