Kadin Dorong Petrokimia Cari Sumber Baru Bahan Baku Pupuk

KBRN, Surabaya: Kamar dagang dan industri (Kadin) Jawa Timur mendorong Petrokimia dan pemerintah mencari resource atau sumber baru bahan baku pupuk, karena saat ini terancam perang global Rusia-Ukraian yang berkepanjangan.

Wakil Ketua Umum, Kadin Jatim, Edi Purwanto dalam acara Inagro talk Sesi 1 di Graha Kadin Jatim, Jumat mengatakan, sumber baru diperlukan karena salah satu bahan baku pupuk yakni kalium klorida (KCl) dari Rusia atau Belarusia terkena imbas konflik dua negara tersebut.

Edi mengakui, imbas perang global secara langsung mempengaruhi pemenuhan bahan baku atau subprodi pupuk Tanah Air, khususnya KCl yang kini harganya mulai melambung tinggi, dan berefek pada harga-harga pupuk lainnya yang naik tajam.

Dikatakannya, pencarian sumber baru perlu dilakukan di luar negara konflik Rusia dan Ukraina yang secara data mampu memenuhi kebutuhan hingga 40 persen. 

Namun, kendalanya harus berebut dengan negara lain yang sama-sama membutuhkan bahan dasar yang sama.

"Meski nantinya berebut, tapi itu konsekuensi yang memang harus dilakukan, karena pemenuhan di luar itu tidak ada lagi, dan memang tidak bisa jamin akan terpenuhi secara 100 persen," katanya.

Sementara itu Vice President Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Awang Djohan Bachtiar mengakui bahan baku yang dibeli dari Rusia atau Belarusia yakni KCl, namun pihakny tidak ketergantungan atau membeli dari salah satu sumber saja, masih ada Kanada dan Yordania.

Awang mengakui, dari beberapa negara pengimpor KCl ke Petrokimia Gresik, negara Kanada memiliki porsi lebih besar daripada Rusia, Belarusia atau Yordania.

Sementara itu, sesuai rencana tahun 2022 sejumlah bahan baku yang harus diimpor Petrokimia Gresik masing-masing rock phosphate, belerang, KCl dan AlOH3.

"Sedangkan negara sumber impor untuk bahan baku tersebut masing-masing dari Mesir, Jordania, Maroko, UAE, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Kanada, Jordania, Belarusia, Rusia, Laos serta Turki."ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar