Dua Hari di Hotel Royal Regantris, Sapa Santun Ramah Bikin Nambah

Sapaan ramah resepsionis di front office hotel di Royal Regantris Cendana Surabaya kepada tamu

KBRN, Surabaya : Di balik meja custumor service seorang perempuan menyambut kedatangan dengan senyum manis. Salam hangat menyelimuti tatkala pasangan suami istri asal Bandung hendak memesan sebuah kamar.

"Selamat datang, buat berapa orang?" sapa wanita itu. Dia adalah resepsionis di front office hotel di Royal Regantris Cendana Surabaya.

Saat masuk, suasana bersahabat mendominasi, berbagai ornamen semakin mempercantik suasana," Enak kok tempatnya nyaman. Ketika mau nginap disini ya selancar di dunia maya review masyarakat. Ternyata bagus-bagus komentarnya," ujar Indah Sari.

Menurut Indah tujuannya ke kota Surabaya mengikuti sang suami menemui klien. Dia menyebut pelayanan menjadi hal utama menjadi seseorang betah untuk tinggal lebih lama.

"Kalau lihat pelayanan, ramahnya dan suasananya pengen terus nginep disini. Tapi ini kami untuk dua hari disini," paparnya.

Resepsionis tengah melayani tamu hotel
Caption

Diakui Rudi Hermawan, Chief Operator Officer (COO) Regantris by Royal Singosari senyum ramah kepada tamu menjadi hal wajib. Dia mengakui menginjak tahun 2022, bisnis perhotelan mulai berangsur-angsur membaik.

"Okupansi sudah mulai membaik beberapa bulan terakhir. Namun untuk harga masih rendah. Okupansi hotel di Surabaya sudah 50 persen dan di Semarang 60 persen," terang Rudi.

Meski mulai bergeliat, Rudi juga tidak menampik bisnis perhotelan mengalami dampak yang cukup siknifikan selama pandemi Covid-19. Bahkan ia menyebut Okupansi hotel nol persen. Itu sempat dialami Royal Regantris Hospitality. Holding perhotelan dan pariwisata yang membawahi enam hotel, BAR dan fastboat tersebut.

"Kalau ingat pandemi itu bebannya sangat luar biasa. Ketika awal pandemi hanya terisi delapan kamar. Paling rendah nol atau tidak terisi. Padahal harga sudah 1/3 dari harga normal," kenangnya.

Rudi menjelaskan masa sulit itu juga dialami Hotel Royal Regantris Cendana dan Regantris Hotel di Surabaya, bahkan pernah tutup selama tiga bulan di awal pandemi." Itu Tepatnya pada April-Juni 2020. Penutupan itu bukan karena banyaknya pegawai yang positif Covid-19, namun karena peratuan daerah," kata Rudi.1

Meski mengaku terdampak, hal ini menurutnya menjadi tantangan, hotelnya tetap terus bertahan dan tidak tutup, namun risikonya harus melakukan sejumlah efisiensi. Seperti memberikan gaji tidak penuh, pengurangan jam kerja dan mengharuskan karyawan bisa melakukan lebih dari satu tugas.

“Dulu sebelum pandemi, satu karyawan hanya melaksanakan satu tugas. Kalau house keeping ya house keeping saja. Kalau resepsionis ya resepsionis saja. Namun selama pandemi, semua orang harus bisa melakukan banyak tugas. Bahkan GM (general manager) kami, harus melakukan giliran jaga jam malam," ujarnya.

Rudi menerangkan pesta pernikahan dj masa pandemi bagaikan Dewa penyelamat. Meski tidak bisa menerima tamu 100 persen untuk kapasitas tamu, dirinya tetap bsrsyukur diberikan pemasukan.

"Yang penting bisa nyambung hidup untuk hotel," tukasnya.

Saat ini hotelnya terang Rudi terus melakukan re-branding dengan menggandeng sektor UMKM. Kerjasama ini di bidang pemasaran dan pembinaan kualitas produk UMKM. Beberapa produk UMKM dari mulai makanan dan kain batik juga sudah ter-display di Lobby Hotel Royal Singsosari Cendana.

"Potensi UMKM di Surabaya, khususnya di sekitar hotel ingin kami gali. Kenapa? Karena setiap ada tamu, dari dinas misalnya selalu membawa keluarga. Nah, keluarganya ini selalu tanya tempat jual ini di mana ya, tempat kuliner di mana ya,"  ungkap Rudi.

Jumlah kamar di Hotel Royal Regantris Cendana Surabaya, total ada 84 kamar. Dibagi dalam tiga suite room, empat junior suite room dan selebihnya deluxe room dan superior room. Untuk suite room harganya Rp2 jutaan, junior suite room Rp1,5 juta, deluxe Rp800 ribu dan superior Rp700 ribu.

Di hotel Royal Regantris Hospitility, juga memiliki satu menu food and beverage yang khas. Dan itu ada di lim hotel lainnya. Menu itu di beri nama Food and Beverage Signature. "Ini menjadi ciri khas kami," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar