BPOM : Selama Pandemi Ribuan Produk Ilegal di Takedown dari Marketplace

KBRN, Surabaya : Peredaran produk dan obat ilegal selama pandemi Covid-19 meningkat. Hal ini diketahui dari hasil operasi dan analisa intelejen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kita punya direktorat siber ya. Itu tugasnya mengawasi prodak-prodak yang dijual melalui online. Kita terus mengikuti trennya. Sekarang tidak diwarung-warung atau di mall, tapi online," ungkap Inspektur Utama Badan POM RI Dra. Mayagustina Andarini, Apt, M.Sc disela pencanangan WBBM Balai Besar POM di Surabaya, Jum'at (24/9/2021).

Mayagustina menyebut ribuan produk yang dijual di marketplace tersebut telah di takedown. Kebanyakan kosmetik, herbal hingga obat-obatan.

"Saya datanya tidak hafal ya. Ada ribuan lah. Kebanyakan kosmetik dan herbal, obat juga ada. Banyak pelanggaran kita sampaikan ke pemilik marketplace untuk tackdwon dan menyampaikan ke Kominfo. Kita juga ada MoU dengan Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA)," urainya.

Maraknya produk-produk dijual bebas tanpa diimbangi izin edar di marketplace ini kata Mayagustina tidak lepas dari masyarakat sendiri yang tidak awarnes sehingga memunculkan peluang bagi pelaku kejahatan obat dan makanan untuk mengedarkan obat dan makanan ilegal tanpa memenuhi persyaratan.

"Kalau saya lihat, masyarakat kurang ada awarnes untuk membeli obat yang berizin edar," paparnya.

Sementara itu menanggapi komitmen pencanangan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Balai Besar POM di Surabaya, Agustina menerangkan, apa yang dilakukan ini sebagai bukti bahwa BPOM telah melakukan pelayanan prima sesuai tugasnya.

"Ini lebih tinggi dari pada Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Kalau WBK sudah mendapatkannya pada tahun 2017. Sekarang sedang diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) untuk mendapatkan WBBM," ujarnya.

Berbagai inovasi juga telah dilakukan BBPOM Surabaya. Total ada 29 inovasi yang di kembangkan. Langkah tersebut ditujukan untuk mempermudah, menyederhanakan, memberikan kepastian, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.

"Kita dengan senantiasa meningkatkan profesionalisme, integritas dan respon cepat. Inovasi ini hampir seluruhnya berbasis digital dan menggunakan gawai sebagai sarananya," terang Kepala Balai Besar POM di SurabayaDra. Rustyawati., Apt., M.Kes., Epid.

Pencanangan WBBM di BBPOM Surabaya dilakukan dengan menekan tombol bersama-sama oleh Kepala Balai Besar POM di Surabaya, Inspektur Utama Badan POM, Inspektur Jawa Timur serta Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Timur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00