PPNI Jatim Dorong Perawat Lakukan Branding Pelayanan

KBRN, Surabaya : Perawat harus mempu berperan dalam memberikan pelayanan. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan sebagai tuntutan profesi.

Menurut Prof dr Nursalam MNurs (Hons), Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, era society yang juga era digital harus dikuasai oleh perawat agar tidak tertinggal dalam memberikan pelayanan.

"Perawat harus memiliki sifat aktualisasi, bagaimana karyanya harus ditampilkan. Kemudian harus produktif, berarti harus memiliki perubahan seperti sistem pencatatan registrasi, kata Prof dr Nursalam disela Seminar Nasional Penerapan dan Inovasi Teknologi Dalam Pendidikan Klinis dan Pelayanan Keperawatan Berbasis Bukti pada Era Society yang digelar Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair), Selasa (24/5/2022).

Selain itu kata Nursalam, perawat harus inovatif mengikuti perkembangan tren yang ada. Jadi ini dibutuhkan karena karakter perawat ini harus menyelesaikan masalah di masyarakat," ujarnya usai memberikan materi dalam seminar.

Dia menambahkan, para perawat harus memperdalam karakter perawat bahkan jika perlu branding seperti di sosial media. Untuk bisa meningkatkan branding dan berinovasi, menurutnya diperlukan ide dan kreasi untuk bisa dijadikan riset dan nantinya diterapkan pada masyarakat.

"Yang masih menjadi kendala saat ini yaitu sumber oendanaan dalam inovasi riset. Hal ini tak lepas dari dieprlukannya ide yang bagus sehingga bisa mendapat pendanaan yang maksimal," lanjutnya.

Sonny Gunawan, ketua panitia seminar nasional mengungkapkan agenda semnas hari ini merupakan salah satu program gabungan mahasiswa dari doktoral, magister dan spesialis Fakultas Keperawatan Unair.

Kegiatan ini merupakan cara kami berbagi dan update keilmuan. Apalagi profesi kami juga ditutut mengikuti perkembangan zaman tersebut. Jadi kegiatan kali ini merupakan upaya profesi perawat ikut bersaing dalam mengakses keilmuan terbaru,"ujarnya..

Dalam seminar nasional ini juga menghadirkan peneliti Unair dan tim PPNI, serta perwakilan mahasiswa doktoral, magister dan untuk membahas inovasi dan teknologi terbaru di bidang keperawatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar