Buntut 3 Tahanan Kabur, Sejumlah Polisi Sidoarjo Diperiksa Propam

Ilustrasi tahanan atau narapidana kabur. shutterstock.com

KBRN, Sidoarjo : Sejumlah anggota kepolisian yang bertugas jaga pada Minggu (28/11) malam, diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) terkait dugaan kaburnya 3 tahanan polsek Balongbendo. 

"Sejumlah petugas yang berjaga saat malam kaburnya tiga tahanan Polsek Balongbendo infonya sempat diperiksa," kata sumber rri.co.id , Kamis (2/12).

Sumber ini juga mengatakan, Sejumlah anggota ini diperiksa memang buntut dari kaburnya ke- 3 tahanan polsek Balongbendo.

"Meski tak butuh waktu lama untuk menangkap kembali tahanan yang kabur. Namun petugas yang berjaga saat itu tetap diperiksa," jelasnya.

Ditanya apakah perkaraa akan masuk ke Sidang Etik? sumber ini mengaku, belum mengetahui dan tak bisa memastikan karena sampai saat ini proses pemeriksaan masih dilakukan. 

"Belum tahu hasil pemeriksaannya seperti apa, pemeriksaan lebih lanjut mungkin dilakukan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, kabar kaburnya tiga tahanan Polsek Balongbendo disangkal oleh Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Oscar Stefanus Setja. Bahkan Oscar menegaskan jika informasi tahan kabur itu tidak benar.

"Tidak benar itu" jawab singkat AKP Oscar via sambungan Whatsapp pribadinya.

Tak hanya itu, AKP Oscar pun mengungkapkan jika itu adalah berita Hoaks.

Ketiga tahanan yang diduga kabur tersebut, berinisial DDA (29) warga Dusun Sumotuwo 23 / 03 Desa Sumokembangsri Kec. Balongbendo, yang terjerat perkara narkotika, AW (33) warga Dusun  Penambangan 18 / 04 Desa  Penambangan Kec. Balongbendo, yang terjerat perkara pencurian kawat. Dan yang ketiga adalah LNN (20) warga Desa Manufui Kec. Biboki Kab. Timor Tengah Utara Prov. NTT yang terlibat dalam kasus pengeroyokan.

Dua dari tiga tahanan yang diduga kabur tersebut berkas kasusnya sudah dinyatakan lengkap atau P21. Ketiga tersangka akan mendapatkan tambahan pasal melanggar hukum. Dan dipastikan akan lebih lama lagi mendekam di penjara karena melarikan diri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar