AJI Sayangkan Pelabelan 'Hoax' Pemberitaan oleh Kasatreskrim Sidoarjo

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Eben Haezer. (Foto : ist)
Pelebelan Hoax Kasatreskrim Sidoarjo terkait pemberitaan dugaan tahanan kabur oleh salah satu media.

KBRN, Sidoarjo : Pelabelan hoax atau berita palsu yang disematkan oleh Kasatreskrim Polresta Sidoarjo terkait tiga tahanan kabur di Polsek Balongbendo mendapat sorotan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya.

Kejadian bermula ketika Indra Nurjayanto jurnalis salah satu televisi lokal mendapat kabar adanya tiga tahanan kabur di Polsek Balongbendo. Berniat meminta statement terkait kebenaran kabar tersebut, Indra bersama rekannya menuju ke Gedung Grahadi Surabaya untuk menemui Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo beserta Kasatreskrim yang saat itu mengamankan aksi unjuk rasa buruh.

"Saat itu kami ingin minta statmen Kapolresta terkait dugaan kaburnya tiga tahanan Polsek Balongbendo. Akhirnya Kasatreskrim mengirim foto lokasinya sedang berada di Surabaya menjaga aksi unjuk rasa, karena Kasat mengirim lokasi keberadaannya kita pun meluncur ke lokasi untuk meminta konfirmasi," kata Indra Nurjayanto yang akrab disapa Usrox, Kamis (2/12).

Ketika ditemui di lokasi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo enggan berkomentar terkait pertanyaan yang dilontarkan Indra. "Tidak ada kok, tahananya ada di Polres," kata Indra menirukan jawaban Kombes Pol Kusumo.

Tak hanya itu, Kasat Reskrim Oscar Stefanus Setja terkesan menghalangi jurnalis. Dirinya dengan sengaja beberapa kali menurunkan tangan jurnalis yang memegang kamera agar tidak mengambil gambar video Kapolresta Sidoarjo (wawancara red).

"Kasatreskrim AKP Oscar dua atau 3 kali menghalang halangi bahkan tanganya (tangan oscar red) menampik tangan saya agar tidak mengambil gambar wawancara Kapolresta Sidoarjo," tambahnya.

Berlanjut, usai menolak dikonfirmasi terkait kabar kaburnya tahanan itu, Kasatreskrim kembali menegaskan di salah satu group wartawan Sidoarjo bahwa beberapa pemberitaan jurnalis tekait tahanan Polsek Balongbendo kabur itu hoax dan tidak benar.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Eben Haezer menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Kasatreskrim Polresta Sidoarjo yang menghalang-halangi kerja jurnalis televisi saat akan konfirmasi Kapolresta Sidoarjo tersebut.

"Jika benar Kasatreskrim Sidoarjo melakukan itu, maka Kasatreskrim AKP Oscar tersebut menghalang- halangi kerja jurnalis, maka itu jelas melanggar Undang-Undang Pers Pasal 4 dan pasal 18 UU Pers," kata Eben.

"Jurnalis meminta statmen itu berada di ruang publik saat Kapolresta Sidoarjo mengawal aksi demo. Kalau kemudian Kasatreskrim menghalang-halangi ambil gambar rekan kami ini, maka jelas itu upaya menghalang-halangi kebebasan pers dan kerja jurnalistik," tambahnya.

Lebih jauh Eben juga menyoroti statmen Kasatreskrim yang menegaskan jika berita dugaan kaburnya tiga tahanan Polsek Balongbendo itu Hoax atau tidak benar.

"Soal itu jurnalis itu ketika membuat berita pastinya by data, sudah dapat pernyataan, wawancara atau informasi digali di lapangan dengan berbagai narasumber. Tidak bisa Polisi kemudian mengecap berita itu hoaks atau tidak benar. Jika fakta kemudian berkata lain, maka ada mekanisme lain yaitu koreksi itu ada. Tapi Polisi juga tidak bisa langsung serta merta menyebut konten pemberitaan itu sebagai konten hoax," jelasnya.

Eben menambahkan jika Polisi menyebut dugaan tahanan kabur yang diberitakan rekan jurnalis tersebut tidak benar maka Polisi sebagai pelayanan publik, karena tahanan kabur adalah urusan publik maka Polisi harus membuktikanya.

Ditambahkanya, jika berita itu dibilang atau dicap hoaks maka Kepolisian Sidoarjo harus membuktikan faktanya bagaimana. Jika langsung mengecap hoaks produk jurnalis yang sudah sesuai etika dalam mengumpulkan data atau informasi, membuat kerja jurnalis tidak dipercaya publik.

"Saat ini AJI Surabaya sedang mengawal kasus Nurhadi jurnalis Tempo terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oknum kepolisian saat liputan jurnalistiknya. Kalau kemudian dilakukan Polisi lagi di Sidoarjo maka ini malah memperkuat pandangan bahwa Polisi ini memang berada di garis yang bersebrangan dengan pers," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar