Lima Gunung Berapi Di Jawa Timur Yang Patut Diwaspadai

KBRN. Surabaya : Jawa Timur memang memiliki sejumlah gunung yang indah untuk didaki, tapi juga berbahaya karena masih aktif dan sewaktu waktu bisa erupsi atau meletus seperti Semeru saat ini.

Nah berikut kami sampaikan lima gunung aktif di Jawa Timur yang patut diwaspadai.

1.Gunung Semeru merupakan gunung yang berlokasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gunung ini menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru 3.767 dari permukaan laut. Penyebab Semeru terbentuk karena akibat aktivitas lempeng Indo-Australia. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.

Secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Pada tahun sekitar 1913, kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.7443,8 meter hingga akhir November 1973.

Di sebelah selatan, kubah tersebut mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava ke sisi selatan daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.Disarankan pendaki saat di puncak Gunung Semeru tidak menuju kawah Jonggring Saloko. Karena adanya gas yang beracun dan aliran lahar. 

2. Gunung Bromo, Gunung Bromo merupakan salah satu gunung yang berada di daerah Komplek Pegunungan Tengger. Daya tarik yang dimiliki adalah di tengah kawah dengan lautan pasirnya yang membentang luas di sekeliling kawah Bromo hingga saat ini masih mengepulkan asap putih setiap saat, yang menandakan Gunung Bromo masih aktif. 

Sejarah pembentukannya bermula dari dua gunung yang saling berimpitan satu sama lain. Gunung Tengger, pada waktu itu merupakan gunung terbesar dan tertinggi. Dan terjadilah letusan kecil membuat materi vulkanik, sehingga membuat lembah besar dan sampai masuk ke desa Sapi Kerep. Letusan dahsyat kemudian menciptakan kaldera berukuran diameter kurang lebih dari delapan kilometer. Dengan adanya aktivitas ini, membuat gunung-gunung yang baru antara lain Lautan Pasir, Gunung widodaren, Gunung watangan, Gunung Kursi, Gunung Batok, dan Gunung Bromo.

3. Gunung Kelud. Gunung Kelud merupakan gunung berapi di Kota Kediri, Jawa Timur. Gunung Kelud termasuk salah atu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Sejak tahun 1000 Masehi, Gunung Kelud telah meletus lebih dari 30 kali dengan letusan terbesar.

Gunung Kelud terbentuk akibat proses subduksi lempeng benua Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Daerah kawah menjadi ciri khas Gunung Kelud, dalam kondisi letusan dapat menghasilkan lahar letusan dalam jumlah besar dan membahayakan penduduk sekitarnya.

Puncak-puncak yang ada sekarang merupakan sisa dari letusan besar masa lalu yang meruntuhkan puncak purba. 

4. Gunung Raung. Gunung Raung merupakan gunung berapi berbentuk kerucut yang terletak di tiga kabupaten, yakni Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Secara geografis, lokasi gunung ini berada dalam kawasan Pegunungan Ijen dan menjadi puncak tertinggi diantara gugusan pegunungan tersebut, dengan ketinggian 3.344 meter di atas permukaan laut.

Penduduk di sekitar lereng gunung Raung mempunyai mata pencaharian sebagai petani, berkebun, pedagang dan sebagainya. Mayoritas peduduk desa Sukosari menganut agama Islam, sebagian lainnya menganut agama lain.

Toleransi agama termasuk baik, dibuktikan dengan keadaan lingkungan yang damai tanpa adanya gonjang-ganjing karena permasalahan agama. Sebagian besar bekerja sebagai kebun kopi yang berada di lereng gunung raung, ada juga mencari rumput untuk pakan ternak, dan kayu bakar. 

5. Gunung Ijen merupakan sebuah gunung berapi yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gunung Ijen memiliki ketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut dan bersebelahan dengan Gunung Merapi. 

Gunung Ijen terakhir meletus pada tahun 1999.Gunung Ijen memiliki ciri khas yang menjadi daya tarik tersendiri, yakni Kawah Ijen. Yang membuat unik, dalam danau tersebut adanya fenomena alam blue fire. Danau ini bersifat kawah dan asam dengan kedalaman 200 meter dan luas 5.466 hektare.

Fenomena alam blue firedapat dilihat oleh penglihatan manusia saat tidak ada cahaya. Jadi, untuk waktu idealnya adalah mulai jam 2 hingga jam 4 dini hari. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar