Potret Perlakuan Manis Gubernur Khofifah kepada Relawan Erupsi Semeru

Gubernur Khofifah saat menemui para relawan bencana semeru (Dok. Hunas Jatim)

Rasa kemanusiaan yang menyatukan para relawan ini, lanjutnya, menjadi satu keyakinan bahwa nilai luhur bangsa  tidak pernah luntur. Untuk itu, masyarakat Indonesia patut berbangga bahwa dalam berkembangnya individualisme sesungguhnya akar budaya gotong royong dan saling membantu ini tak pernah hilang. 

“Oleh karena itu, kembali saya menyampaikan  terima kasih kepada semua relawan yang dengan ikhlas mendedikasikan daya upayanya untuk menolong para korban. Tetap jaga kesehatan dan kewaspadaan. Semoga Allah SWT selalu menganugerahkan keselamatan untuk para relawan dan kekuatan bagi kita semua untuk bisa melewati cobaan ini bersama,” terangnya.

Lebih lanjut, Khofifah meminta kepada para relawan untuk ikut membantu melakukan pemetaan terkait berbagai permasalahan untuk meningkatkan kualitas layanan   pengungsi. Terutama bagi para pengungsi yang maauk kategori ibu hamil, difable,   anak kecil dan lansia.

“Tolong dibantu pemetaan bagaimana di area pengungsian ini memungkinkan anak-anak tinggal lebih nyaman. Untuk lokasi anak-anak bisa dibantu komunikasikan dengan pengelola pengungsian pun termasuk untuk lansia, ibu hamil dan difable. Karena makanan anak-anak harus disiapkan tersendiri apalagi yang masih bayi atau balita, karena di dapur umum seringkali makanan dewasa,” katanya.

“Tidak hanya soal makanan, tapi juga hal-hal sehari-hari seperti air panas. Water heater misalnya, anak-anak terutama bayi mungkin perlu mandi air hangat  termasuk untuk permakanannya,” imbuh Khofifah.

Selanjutnya :

Halaman 2 dari 5

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar