Potret Perlakuan Manis Gubernur Khofifah kepada Relawan Erupsi Semeru

Gubernur Khofifah saat menemui para relawan bencana semeru (Dok. Hunas Jatim)

Dirinya pun berharap, masa tanggap darurat 14 hari ini dapat  selesai dan segala persoalan terkait pengungsian salah satunya tempat hunian sementara dapat segera terealisasikan. Hal ini mengingat masih terdapat beberapa lokasi dengan kategori rawan bencana dan beresiko tinggi agar sementara tidak  ditinggali.

“Pada kondisi seperti ini harus ada opsi hunian sementara atau huntara, untuk memberikan tempat bernaung dan berlindung lebih aman. Karena tinggal di pengungsian juga tidak boleh terlalu lama. Tidur bersama banyak orang yang tidak saling kenal tentu butuh adaptasi husus. Ada yang  mengambil posisi tidur di luar gedung tempat pengungsian. Bila berhari-hari dengan cuaca dingin bahkan hujan  seperti saat ini maka yang tidak terbiasa dihawatirkan kondisi badannya bisa drop,” ungkapnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jatim ini juga meminta para relawan untuk membantu pendataan bagi pengungsi yang belum divaksinasi Covid-19. Hal ini dikarenakan masih ada  pengungsi yang belum divaksin Covid-19. Nantinya, data tersebut dapat diteruskan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jatim yang akan berkoordinasi baik dengan Dinkes Lumajang maupun Biddokkes Polda Jatim ataupun Kodam V Brawijaya.

“Mohon dibantu pendataan pengungsi agar berkenan untuk divaksin, supaya mereka terlindungi karena di pengungsian mereka  bertemu dengan masyarakat lain dalam intensitas tinggi.  Saat ini  situasi pandemi Covid-19 belum aman,” katanya.

Selain dari sisi medis, mantan Menteri Sosial RI ini pun berharap para relawan  juga membantu pemulihan secara  psikologis. Dimana banyak para pengungsi saat ini ke pusat layanan kesehatan tetapi lebih banyak   mengeluhkan soal psikis dibanding soal kesehatan.

Selanjutnya :

Halaman 3 dari 5

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar